Saat Mencari Nafkah, Nyawa Tak Terselamatkan: Longsor Wlingi Blitar Telan Satu Korban Jiwa

Selasa, 17 Maret 2026. Pukul 18 : 16 WIB

Foto BeritaJatim.com

( Dokumentasi : Longsor di Dusun Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Foto bersumber dari situs beritajatim )

Blitar, Jawa Timur — Hujan deras yang turun sejak siang hari membawa duka bagi warga Dusun Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Sebuah tebing tiba-tiba longsor dan menimbulkan korban jiwa.

Seorang warga bernama Suyoto (57) meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat melintas di bawah tebing untuk mencari pakan ternak.


Kronologi Kejadian

Peristiwa longsor terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Kondisi tanah yang jenuh air membuat tebing menjadi labil dan akhirnya runtuh.

Material longsoran berasal dari bagian dapur rumah warga yang berada di atas tebing. Saat longsor terjadi, korban berada tepat di bawah lokasi tersebut dan langsung tertimbun tanah.

Warga bersama tim BPBD, TNI, dan Polri segera melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar satu jam kemudian, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.


Dampak Kerusakan pada Rumah

Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan pada bangunan warga:

  • Bagian dapur rumah warga rusak akibat longsoran tanah dari tebing
  • Struktur bangunan di area atas tebing menjadi tidak stabil dan berisiko longsor susulan
  • Rumah yang berada di sekitar lokasi mengalami ancaman langsung jika hujan kembali turun
  • Perkiraan kerugian material mencapai jutaan rupiah
  • Beberapa titik di sekitar tebing mengalami retakan dan pergeseran tanah

Meski demikian, penghuni rumah yang terdampak berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban tambahan dari dalam rumah.


Dampak terhadap Warga

Longsor di Wlingi Blitar telan korban jiwa.

( Dokumentasi : Longsor di Wlingi Blitar telan korban jiwa, Foto bersumber dari situs suaramerdekajatim )

Dampak paling berat dari kejadian ini adalah hilangnya satu nyawa warga:

  • 1 orang meninggal dunia (Suyoto, 57 tahun)
  • Beberapa rumah warga terdampak kerusakan
  • Aktivitas warga di sekitar tebing menjadi terbatas, terutama saat hujan turun
  • Beberapa keluarga harus meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di area perbukitan

Peristiwa ini menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari seperti mencari pakan ternak pun bisa menjadi sangat berisiko di tengah cuaca ekstrem.


Upaya Penanganan

Pemerintah melalui BPBD Kabupaten Blitar langsung melakukan langkah penanganan:

  • Melakukan asesmen dan penanganan di lokasi
  • Berkoordinasi dengan perangkat desa dan tim gabungan
  • Memasang terpal di area tebing untuk mengurangi risiko longsor susulan
  • Mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa, terutama di wilayah dengan kontur tanah yang labil.


Penutup

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang di tengah aktivitas sederhana sehari-hari. Dalam hitungan menit, situasi dapat berubah dan membawa dampak yang tidak terduga.

Kami menyampaikan turut prihatin yang mendalam atas kejadian ini.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta masyarakat sekitar senantiasa dilindungi.

Diharapkan upaya penanganan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, dan langkah pencegahan ke depan dapat mengurangi risiko agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.