Rob dan Pintu Air Jebol Picu Banjir di Desa Tridonorejo Demak, Dua Dusun Terdampak

Senin, 12 Januari 2026. Pukul 09 : 11 WIB

( Dokumentasi : Banjir di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Foto bersumber dari situs rri/ fb akun demak )

Demak, Jawa Tengah — Banjir kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Demak. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, terdampak banjir akibat air laut pasang (rob) yang diperparah dengan jebolnya pintu air di jalur pembuangan menuju sungai. Peristiwa ini menyebabkan dua dusun terendam genangan air, mengganggu aktivitas harian warga.

Berdasarkan berbagai laporan, banjir terjadi saat rob bersamaan dengan hujan, sehingga aliran air dari permukiman tidak dapat mengalir keluar secara normal. Kondisi semakin berat ketika pintu air di kanal pembuangan jebol, membuat air sungai meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.

( Dokumentasi : Banjir merendam Desa Kalisari, Demak, Jawa Tengah, Foto bersumber dari situs metrotv )

Genangan air merendam rumah dan jalan lingkungan dengan ketinggian bervariasi. Warga terpaksa membatasi aktivitas karena akses terganggu, sementara sebagian rumah harus dibersihkan dari lumpur dan sisa genangan air.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk pemantauan kondisi pintu air, pengaturan aliran, serta upaya perbaikan darurat. Aparat desa juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah dampak yang lebih luas.

( Dokumentasi : Jalan utama Kecamatan Bonang Kabupaten Demak tergenang air hingga selutut orang dewasa dampak pintu kanal jebol, Foto bersumber dari situs sigijateng/saptojati )

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami masyarakat Desa Tridonorejo. Kami mendoakan agar warga diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Kami juga berharap langkah penanganan dan perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lancar, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap rob dan banjir.