Minggu, 22 Maret 2026. Pukul 18 : 29 WIB

( Dokumentasi : Banjir dipicu hujan lebat melanda Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur., foto bersumber dari situs Rmol/BPBD )
Kab. Sikka, NTT – Hujan yang turun tanpa henti selama beberapa hari mengubah aliran sungai menjadi ancaman. Di Sikka, ribuan keluarga harus menghadapi air yang datang tiba-tiba, merendam rumah dan memutus akses hidup mereka.
Awal mula Kejadian
Banjir melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada periode 22 Maret 2026 setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Luapan Sungai Lowo Regi menjadi pemicu utama, menyebabkan air meluas ke permukiman dan infrastruktur warga.
Sebanyak 10 desa terdampak, dengan total sekitar 2.922 kepala keluarga atau 12.981 jiwa harus merasakan langsung dampak dari kejadian ini.
Dampak pada Rumah dan Permukiman
( Dokumentasi : Banjir bandang melanda, foto bersumber dari situs tirto )
- Sekitar 2.922 unit rumah terdampak banjir
- 1 rumah rusak berat, mengalami kerusakan struktur utama
- 3 rumah rusak ringan, terutama pada bagian dinding dan lantai
- Ribuan rumah lainnya tergenang, menyebabkan:
- Perabot rumah rusak
- Lantai dan dinding terendam air dalam waktu lama
- Risiko kerusakan jangka panjang pada bangunan
Air yang masuk ke rumah warga tidak hanya merendam, tetapi juga membawa lumpur dan material yang memperparah kondisi hunian.
Dampak pada Warga
- 12.981 jiwa terdampak langsung
- Aktivitas sehari-hari terganggu
- Warga harus melintasi arus air untuk memenuhi kebutuhan dasar
- Risiko keselamatan meningkat, terutama bagi anak-anak dan lansia
Dalam beberapa titik, warga terpaksa berjalan kaki menembus genangan untuk mendapatkan akses makanan dan kebutuhan lainnya.
Kerusakan Infrastruktur
- 4 titik jalan rusak dan terputus
- Akses antar desa terganggu
- Pipa air bersih rusak, menghambat distribusi air
- Lahan pertanian ±15 hektare terdampak
Kerusakan ini tidak hanya memperlambat mobilitas warga, tetapi juga memperumit proses pemulihan pasca bencana.
Doa dan Harapan

( Dokumentasi : Padi Berumur Satu Bulan Terbawa Air dan Tertimbun Batu Pasir, foto bersumber dari situs kaddes )
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa banyak wilayah masih rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
Harapannya, kondisi di Sikka dapat segera membaik, masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman, dan pemulihan dapat berjalan cepat dengan dukungan yang tepat dari pemerintah.
Semoga ke depan, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dapat diperkuat, agar kejadian serupa tidak kembali membawa dampak sebesar ini.

