Jumat, 16 Januari 2026. Pukul 11 : 06 WIB

( Dokumentasi : Banjir akibat luapan Sungai Cilemer di Desa Surianeun, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, Banten, 15 Januari 2026 , Foto bersumber dari situs Antara )
PANDEGLANG, — Permukiman di Desa Surianeun (Kecamatan Pagelaran) dan sejumlah desa di Kecamatan Patia, Pandeglang masih terendam banjir akibat luapan Sungai Cilemer hingga hari keenam pada Kamis, 15 Januari 2026. Ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar satu meter, membuat aktivitas harian warga terganggu dan banyak yang memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.
Kenapa Banjir Terjadi?
Penyebab utama banjir ini adalah intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu Sungai Cilemer beberapa hari terakhir. Aliran air yang deras membuat sungai tidak mampu menampung debit air, hingga akhirnya meluap ke pemukiman warga.
Kondisi Terbaru di Lapangan

( Dokumentasi : Warga mendorong motornya saat menerobos banjir di Desa Surianeun, Pagelaran, Pandeglang, Banten, Kamis (15/1/2026) , Foto bersumber dari situs Antara )
- Sejumlah rumah dan jalan lingkungan terendam, membuat akses keluar-masuk desa sangat terbatas.
- Warga harus mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
- Curah hujan yang belum berhenti membuat beberapa wilayah kembali mengalami kenaikan muka air bahkan setelah sempat sedikit surut.
Respons dan Harapan Warga
Warga yang terdampak berharap ada penanganan jangka panjang, termasuk normalisasi atau restorasi sungai agar banjir yang terjadi hampir setiap tahun bisa berkurang.
Harapan untuk mereka yang terdampak

( Dokumentasi : Permukiman yang terendam banjir akibat luapan Sungai Cilemer di Desa Surianeun, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, Banten, Foto bersumber dari situs Antara )
Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami warga terdampak. Kami mendoakan agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan cepat, air segera surut, dan bantuan dari pemerintah dapat tersalurkan secara tepat dan merata kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan.

