Perjuangan hidup 3 lansia yang tak pernah terdengar : Penyerahan bantuan sembako untuk 3 lansia

Jumat, 25 Juli 2025. Pukul 17 : 08 WIB

Tidak semua orang memiliki keluarga yang siap menjaga di masa tua. Tidak semua lansia bisa menikmati hari-hari dengan tenang. Di Mauk, Tangerang, ada tiga orang lansia yang setiap harinya berjuang bertahan hidup dalam keterbatasan, dengan harapan yang nyaris padam.

Pada 25 Juli 2025, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan bantuan sembako kepada tiga lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian nyata kepada mereka yang sering terlupakan.

Ibu Mun, lansia yang mengalami katarak yang membuat penglihatannya kabur. Ia tinggal bersama cucunya dan hanya mendapat bantuan makan seadanya dari anaknya. Kesehariannya dijalani dalam gelap dan ketidakpastian.

Ibu Emi, lansia yang mengalami rabun akibat usia, tinggal bersama suami yang juga lansia. Anak-anaknya jarang datang menjenguk, apalagi memberi bantuan. Dalam sunyinya rumah, mereka berdua saling menjaga dengan sisa tenaga yang dimiliki.

Bapak Minang, lansia sebatang kara yang masih berjualan sapu lidi untuk bisa makan dan bertahan hidup. Tanpa keluarga yang mendampingi, ia menggantungkan harapan pada tenaganya sendiri meski tubuhnya sudah renta.

Bantuan sembako yang diberikan berisi:
Beras, minyak goreng, mie instan, sarden, susu kental manis, telur, garam, dan biskuit regal. Bahan kebutuhan pokok ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban harian mereka.

Melalui aksi ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara mengajak masyarakat untuk membuka mata terhadap kondisi para lansia di sekitar kita—mereka yang diam, tapi sedang berjuang keras setiap hari.