Pasuruan Banjir : Ribuan Rumah terendam Hujan Lebat

Kamis, 19 Februari 2026. Pukul 15 : 21 WIB

Banjir di Pasuruan

( Dokumentasi : Banjir Pasuruan pada, Rabu (17/2/2026), foto bersumber dari Detik )

Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur — Hujan lebat yang mengguyur wilayah pasuruan hingga beberapa hari berikutnya memicu banjir signifikan di beberapa kecamatan, terutama di Beji, Gempol, dan Bangil. Debit air dari sungai dan aliran permukaan meningkat drastis, menyebabkan genangan merendam permukiman, jalan, serta halaman rumah warga setempat.

Kapan Terjadi

Puncak banjir dicatat pada 17 Februari 2026 sesuai data pemantauan bencana yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Skala Dampak

  • Sekitar 2.880 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Pasuruan terdampak banjir.
  • Jumlah rumah yang tergenang sama dengan jumlah KK terdampak — yakni 2.880 rumah — tersebar di berbagai kecamatan.
  • Banjir juga sempat menutup ruas jalan utama dan memengaruhi aktivitas warga karena genangan yang tinggi dan meluas.
    (Data dampak dihimpun dari laporan BNPB, menunjukkan skala kejadian sebagai bagian dari gelombang banjir di beberapa wilayah Indonesia pada periode yang sama).

Kondisi Cuaca dan Penyebab

( Dokumentasi : Banjir merendam permukiman di Pasuruan, Jawa Timur, dengan ketinggian air 10-70 cm di Kecamatan Gempol, Beji, dan Bangil, foto bersumber dari Serayunusantara )

Fenomena ini terjadi di tengah musim hujan dengan intensitas curah hujan sedang hingga lebat yang diprakirakan oleh BMKG di wilayah Jawa Timur pada pertengahan Februari 2026, sehingga sungai dan anak sungai tak mampu menampung aliran air dengan cepat.

Situasi Terkini

Seiring berkurangnya intensitas hujan setelah puncak banjir, genangan air di banyak titik perlahan surut. Warga sudah mulai membersihkan lingkungan dan rumah dari sisa-sisa banjir agar aktivitas harian segera pulih kembali. Tim pemerintah daerah bersama aparat setempat juga telah memantau kondisi di lapangan untuk memastikan akses jalan dan fasilitas umum kembali lancar.

Harapan dan Doa

Peristiwa ini menjadi pengingat kuat bahwa alam memiliki dinamika yang tak terduga. Dari kabupaten pesisir Jawa Timur ini, kita semua menyampaikan doa dan harapan terbaik agar seluruh keluarga di Pasuruan yang terdampak diberi ketabahan, aktivitas masyarakat kembali normal, dan upaya pemulihan oleh pemerintah serta warga berjalan lancar sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.