Pasar Payakumbuh Terbakar, 485 toko hangus terbakar

Rabu, 27 Agustus 2025. Pukul 12:23 WIB

( Dokumentasi : Api melahap sisi luar bangunan, foto bersumber dari rmnews )

Payakumbuh, 26 Agustus 2025 — Suasana pagi di Kota Payakumbuh mendadak berubah menjadi kepanikan. Kebakaran hebat melanda Pasar Payakumbuh, salah satu pusat ekonomi terbesar di kota itu. Api yang mulai berkobar sejak pukul 04.30 WIB meluluhlantakkan ratusan toko, kios, dan lapak pedagang.

Dalam hitungan jam, harapan ribuan warga yang menggantungkan hidup dari pasar tersebut ikut terbakar. Data awal mencatat lebih dari 500 petak dagangan hangus, terdiri dari 485 toko dan 160 pedagang kaki lima. Pemerintah memperkirakan kerugian mencapai Rp 64 miliar.

Api Mengamuk Selama 7 Jam

( Dokumentasi : Atap pasar yang runtuh terbakar, foto bersumber dari topsumbar )

Api yang diduga berasal dari area belakang Blok Barat, dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku hampir 7 jam hingga proses pendinginan selesai sekitar pukul 10.30 WIB.

Bukan hanya harta benda yang hilang, musibah ini juga menelan korban luka. Tujuh orang dilaporkan cedera, terdiri dari petugas TNI, PMI, BPBD, relawan, hingga damkar yang mengalami luka bakar akibat cipratan air panas.

Roda Ekonomi Terhenti

( Dokumentasi : Kobaran api besar dari udara, foto bersumber dari majalahoutsider )

Sejak pagi kejadian, seluruh aktivitas jual-beli di pasar terhenti total. Para pedagang hanya bisa menatap sisa bangunan yang kini tinggal puing. Mereka kehilangan barang dagangan, tempat usaha, sekaligus sumber penghasilan utama.

Respons Pemerintah dan Harapan Pedagang

Armada damkar dari berbagai daerah di Sumatera Barat ikut dikerahkan untuk memadamkan api. Kini, Pemerintah Kota Payakumbuh sedang mendata lokasi untuk relokasi pedagang agar roda ekonomi tetap berjalan meski pasar utama rusak parah.

Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun bagi para pedagang, yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa kembali bangkit dan berjualan demi menghidupi keluarga.

Harapan dari kami

( Dokumentasi : Puing-puing sisa kebakaran, foto bersumber dari suara )

Kebakaran ini tidak hanya menjadi duka bagi warga Payakumbuh, tetapi juga menjadi panggilan hati bagi kita semua untuk peduli. Ratusan keluarga kini kehilangan mata pencaharian, sementara kebutuhan sehari-hari tetap berjalan.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut mengucapkan keprihatinan kepada para pedagang yang kehilangan toko sebagai sumber mata pencaharian. Semoga mereka diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.