Natuna dan Hujan Ekstrem : Banjir & Waspada Tanah Bergerak

Selasa, 24 Februari 2026. Pukul 12 : 53 WIB

Cuaca ekstrem di Natuna, BPBD: Waspada banjir dan tanah longsor

( Dokumentasi : Banjir menggenangi pemukiman warga Natuna, Kepri, foto bersumber dari situs Antara/Pemkab )

Natuna , Kepri – Intensitas hujan yang terus meningkat di wilayah Natuna selama beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah permukiman warga dan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengeluarkan peringatan siaga terhadap banjir dan potensi tanah longsor.

Hujan Lebat, Drainase Tak Mampu Tampung Air

Hujan deras yang mengguyur secara merata membuat debit air meningkat drastis, sehingga saluran drainase tidak bisa menampung volume air yang turun. Akibatnya, beberapa titik pemukiman mengalami genangan air, bahkan bangunan terdampak terendam di beberapa lokasi.

BPBD Natuna mencatat bahwa kondisi ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari Senin, 23 Februaru 2026, dan dengan segera meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologis terutama di daerah aliran sungai, tepi bukit, dan permukiman rendah.

Dampak Banjir: Rumah-Rumah Terendam

Sejumlah rumah warga mengalami genangan air akibat meluapnya debit air hujan. Walau belum ada laporan korban jiwa, banjir membuat sebagian rumah warga terendam hingga bagian dasar bangunan, mengganggu aktivitas harian dan membuat warga harus ekstra hati-hati dalam melakukan aktivitas di rumah maupun di luar rumah.

BPBD menekankan bahwa perubahan cuaca yang cepat dan intensitas hujan ekstrem meningkatkan risiko tanah bergerak dan longsor, terutama di wilayah yang topografinya berbukit atau berada dekat lereng sungai. Mereka terus memantau situasi secara 24 jam dan meminta masyarakat untuk segera melaporkan kejadian agar respons bisa dilakukan lebih cepat.

Harapan dan Doa

Di tengah tantangan alam ini, harapan terbaik kami untuk warga Natuna agar kondisi ini segera membaik dan cuaca kembali stabil, pemerintah dan tim penanggulangan bencana dapat memulihkan situasi dengan cepat, dan agar risiko yang sama dapat diminimalisir di masa mendatang