Malang Tergenang : Banjir Luapan Air berdampak pada puluhan rumah warga

Selasa, 3 Maret 2026. Pukul 17 : 53 WIB

Placeholder

( Dokumentasi :Kondisi rumah warga saat tergenang banjir luapan di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada Senin (2/3/2026) malam, foto bersumber dari situs BPBD/jatimtimes )

Hujan deras yang tak henti sejak akhir Februari membawa banjir kembali ke wilayah Malang, menguji ketangguhan warga di Kabupaten dan Kota Malang saat peralihan musim berlangsung.


Malang, Jawa Timur — Intensitas hujan tinggi pada akhir 28 Februari–1 Maret 2026 menyebabkan beberapa sungai di Kabupaten Malang meluap dan memicu banjir genangan di sejumlah kecamatan. Luapan air yang cepat dan drainase yang tidak mampu menampung debit hujan membuat permukiman dan jalan tergenang air yang masuk ke rumah warga.

Dampak Rumah dan Lingkungan Terdampak

Peristiwa banjir di wilayah Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan (Kecamatan Pakis) menggenangi puluhan rumah warga hampir setinggi lutut orang dewasa. Total terdampak pada awal kejadian tercatat sekitar 61 rumah di Pakis, sementara sebagian besar genangan terjadi di Desa Mangliawan.

Selain itu, beberapa lokasi di Kecamatan Singosari dan Kecamatan Kasembon juga mengalami banjir akibat luapan sungai dan drainase yang tersumbat material alam seperti rumpun bambu, sehingga mengalirkan air ke permukiman. Di Kelurahan Losari, genangan air masuk ke dalam rumah sehingga beberapa keluarga memilih mengungsi sementara akibat ketinggian air mencapai puluhan sentimeter.

Sejumlah rumah yang tergenang tidak hanya membuat bidang lantai lembap, tetapi juga menyisakan material lumpur yang menempel pada dinding dan perabotan rumah tangga, menciptakan tantangan bagi warga dalam membersihkan dan memulihkan kondisi hunian mereka.

Dampak Jiwa dan Keselamatan

Hujan Deras Guyur Malang, 3 Kecamatan Dilanda Banjir

( Dokumentasi : Banjir di Kecamatan Singosari, foto bersumber dari situs Metrotvnews )

Hingga laporan terakhir tersedia, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir ini di Kabupaten Malang. Meski begitu, sejumlah warga sempat mengungsi sementara dari rumah mereka demi menjaga keselamatan keluarga saat genangan tertinggi terjadi, terutama saat luapan berlangsung di malam hari.

Tercatat pula sebuah kejadian di wilayah Pakis pada 28 Februari, di mana seorang pria sempat terbawa arus sungai yang meluap saat hujan turun deras, namun korban selamat dan tidak mengalami fatalitas.

Harapan dan Doa

Banjir ini menjadi pengingat tentang dinamika cuaca ekstrem yang kerap datang tanpa banyak peringatan. Tulisan ini kami hadirkan dalam bentuk informasi dan harapan, semoga situasi segera membaik, dan setiap keluarga di Malang yang terdampak dapat pulih secara fisik dan mental. Doa terbaik kita tujukan agar pemerintah dan otoritas setempat dapat mempercepat upaya pemulihan lingkungan serta memperkuat sistem mitigasi agar kejadian serupa bisa diminimalkan di masa mendatang.