Luapan Bengawan Jero Rendam Lima Kecamatan di Lamongan, 576 Rumah Terdampak

Selasa, 30 Desember 2025. Pukul 18:35 WIB

( Dokumentasi : Warga beraktivitas menggunakan perahu di tengah banjir luapan Bengawan Jero yang merendam permukiman dan tambak di Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Foto bersumber dari situs Portaljtv )

Hujan yang terus turun dalam beberapa waktu terakhir kembali membawa dampak bagi warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Luapan Sungai Bengawan Jero menyebabkan banjir yang merendam sejumlah wilayah pada 29 Desember 2025, memaksa warga beradaptasi dengan kondisi sulit di akhir tahun.

Berdasarkan laporan di lapangan, lima kecamatan terdampak, yakni Deket, Turi, Karangbinangun, Kalitengah, dan Glagah. Air menggenangi sedikitnya 25 desa, dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter, terutama di wilayah Kecamatan Kalitengah.

( Dokumentasi : Bengawan Jero kembali merendam wilayah di Lamongan, Foto bersumber dari situs Detik )

Sebanyak 576 rumah warga dilaporkan terendam. Tidak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada lahan pertanian, tambak, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta beberapa fasilitas pelayanan kesehatan dan balai desa. Aktivitas warga pun terganggu, termasuk akses jalan antar desa yang sulit dilalui akibat genangan air.

Di beberapa desa, warga menyampaikan bahwa banjir telah berlangsung cukup lama dan semakin meluas dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini menambah beban masyarakat, khususnya para petani dan petambak yang menggantungkan hidup dari hasil alam.

( Dokumentasi : Warga melintasi banjir menggunakan perahu di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Foto bersumber dari situs Jpnn/Antara )

Pemerintah daerah melalui BPBD Lamongan terus melakukan pemantauan, pendataan, dan koordinasi lintas instansi untuk penanganan dampak banjir serta penyaluran bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Lamongan. Kami mendoakan agar air segera surut, aktivitas warga dapat kembali normal, serta penanganan dan bantuan dari pemerintah berjalan cepat dan tepat, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung sebaik-baiknya.