Longsor dan Cuaca Ekstrem Melanda Wonosobo : Puluhan rumah rusak dan banyak warga kehilangan tempat tinggal

Jumat, 26 Desember 2025. Pukul 10:27 WIB

( Dokumentasi : Longsor Tutup Jalur Wonosobo–Dieng, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat, Foto bersumber dari situs Bharindo )

Wonosobo, Jawa Tengah — Pada 24–25 Desember 2025, wilayah Kabupaten Wonosobo kembali menghadapi rangkaian kejadian bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem di musim hujan. Curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari memicu peristiwa angin puting beliung dan tanah longsor yang berdampak pada pemukiman warga serta jalur transportasi utama di kawasan ini.

Angin Puting Beliung di Beberapa Desa (23 Desember 2025)

Pada Selasa sore, 23 Desember 2025, angin puting beliung tiba-tiba menerjang wilayah Dusun Jambon, Desa Sojopuro, Kecamatan Mojotengah dan juga Dusun Tlogowero, Desa Tlogojati. Cuaca yang awalnya panas berubah cepat menjadi hujan lebat disertai pusaran angin yang merusak bangunan.

  • 33–36 rumah warga mengalami kerusakan di Sojopuro, dengan rincian 5 rusak berat, 29 rusak sedang, dan 2 rusak ringan. Nilai estimasi kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
  • Di Tlogojati, sekitar 14 rumah terdampak, termasuk kerusakan ringan dan sedang.
  • Tidak ada korban jiwa atau luka serius dilaporkan dari peristiwa ini, namun puluhan keluarga terdampak kehilangan tempat tinggal sementara dan rumah yang layak huni.

Longsor Tutupi Jalur Wonosobo–Dieng (25 Desember 2025)

( Dokumentasi : Longsor Tutup Jalur Wonosobo–Dieng, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat, Foto bersumber dari situs Polres wonosobo )

Pada Kamis sore, 25 Desember 2025, hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu kejadian tanah longsor di jalur utama Wonosobo–Dieng, salah satu rute penting bagi warga lokal dan wisatawan. Longsoran material tanah dan batu dari tebing menutup sebagian badan jalan sekitar pukul 16.30 WIB, yang sempat menghambat arus lalu lintas pada momen libur Natal ketika volume kendaraan relatif padat.

Tim gabungan dari Polres Wonosobo, BPBD, Koramil, dan relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta pembersihan material longsor. Sistem buka-tutup arus diberlakukan untuk menjaga keselamatan warga dan pengguna jalan. Hingga sekitar pukul 17.40 WIB, dua jalur utama sudah bisa kembali dilewati secara bertahap setelah material longsor dibersihkan dan kondisi aman dipastikan.

Peristiwa longsor ini tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa atau luka, namun sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara dan masyarakat sekitar yang melintas di area tersebut pada siang hari.

Dampak Kerusakan

Berdasarkan data lapangan dan pendataan sementara di beberapa titik yang terdampak:

  • Puluhan rumah warga mengalami kerusakan struktur bangunan karena angin puting beliung, mulai dari atap terlepas hingga dinding retak.
  • Jalur transportasi dan infrastruktur pendukung sempat terhambat akibat material longsor, walau sudah berhasil dibersihkan oleh petugas gabungan dengan cepat.
  • Korban jiwa dilaporkan nihil di peristiwa periode ini, namun kerusakan material dan hambatan mobilitas tetap menjadi beban bagi warga terdampak.

Keprihatinan dan Harapan

Peristiwa bencana alam di akhir tahun ini menjadi pengingat akan rentannya daerah pegunungan seperti Wonosobo terhadap cuaca ekstrem, terutama pada musim hujan. Kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi meningkatkan kemungkinan kejadian seperti angin puting beliung dan tanah longsor.

Kami turut berduka cita dan prihatin atas dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan keluarga yang rumahnya rusak. Semoga pemulihan kondisi dan bantuan cepat dari pemerintah serta berbagai pihak terkait berjalan lancar bagi warga yang terdampak. Kami juga mendoakan agar warga tetap kuat, aman, dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala seiring proses normalisasi serta mitigasi risiko di masa mendatang. 🙏