Selasa, 3 Februari 2026. Pukul 12 : 28 WIB

( Dokumentasi : 3.000 Hektare Sawah Terancam Mati, Kekeringan Parah Landa Parigi Moutong, Foto bersumber dari situs Pikiranrakyat )
Parigi Moutong, Sulteng – Warga Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, kini menghadapi dampak kekeringan yang semakin berat. Kondisi ini dilaporkan terjadi hingga 2 Februari 2026 dan masih berlangsung hingga kini.
Kekeringan terjadi setelah intensitas hujan menurun drastis dalam beberapa minggu terakhir. Akibatnya, Sungai Jono Kalora hampir mengering, yang selama ini menjadi sumber air utama masyarakat setempat. Dengan keringnya sungai tersebut, warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, dan mandi.
Dampak bagi Warga
- 270 kepala keluarga (KK) di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Jono Kalora dilaporkan terdampak langsung oleh kekeringan ini.
- Warga mengalami krisis air bersih, karena pasokan dari sumber air alam tidak mencukupi untuk kebutuhan dasar.
- Hingga kini belum ada korban jiwa, namun kondisi ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya risiko kesehatan jika air bersih tetap langka.
Tindakan Pemerintah dan BPBD

( Dokumentasi : Kondisi kekeringan lahan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Foto bersumber dari situs RRI/BPBD )
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengetahui kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus memantau situasi kekeringan dan mengidentifikasi langkah-langkah tanggap darurat.
Selain itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi kekeringan berlanjut dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang dapat ikut memperburuk kondisi kekeringan di wilayah ini.
Harapan untuk Masa Depan

( Dokumentasi : Kekeringan landa Desa Jono Kalora Parigi Moutong, Sungai mengering, Foto bersumber dari situs Tribun )
Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh warga Desa Jono Kalora yang saat ini mengalami kesulitan akibat kekeringan ini. Kami juga mendoakan yang terbaik bagi keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat setempat.
Meski ini merupakan kondisi berat, langkah pemerintah daerah dan BPBD dalam memantau serta merespon situasi menjadi tanda upaya terbaik agar kondisi tidak semakin memburuk. Diharapkan dengan kerja bersama berbagai pihak, kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.

