Kebakaran Tambora, 14 Rumah & 1 bangunan konveksi Warga Hangus Dilalap Api

Senin, 12 Januari 2026. Pukul 19 : 18 WIB

( Dokumentasi : Kebakaran di Jalan Duri Bangkit, RT 08/RW 09 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (11/1/2026) pagi menghanguskan 14 rumah tinggal dan satu bangunan konveksi, Foto bersumber dari situs timesindonesia / antara )

Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal, Pemerintah Bergerak Berikan Bantuan

Musibah kebakaran kembali terjadi di kawasan padat penduduk. Pada Minggu dini hari, 11 Januari 2026, kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan deretan rumah warga saat sebagian besar penghuni masih beristirahat.

Kebakaran dilaporkan mulai sekitar pukul 04.20 WIB. Kondisi lingkungan yang padat dan jarak antarrumah yang rapat membuat api mudah merambat ke bangunan lain. Warga sempat berupaya menyelamatkan diri dan barang berharga sebelum api meluas.

( Dokumentasi : Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melahap permukiman padat di Tambora, Jakarta Barat, Minggu pagi, Foto bersumber dari situs pikiran rakyat )

Berdasarkan data sementara, sebanyak 14 rumah tinggal dan satu bangunan usaha konveksi dilaporkan hangus terbakar. Akibat kejadian ini, puluhan warga dari belasan kepala keluarga terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan lebih dari 20 unit mobil damkar dengan ratusan personel untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pagi hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah.

( Dokumentasi : Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Jembatan Besi Raya XII RT 08/09, Jembatan Besi, Tambora, Jakbar, Minggu dini hari, Foto bersumber dari situs gemapos )

Pihak berwenang menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Aparat terkait masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan para korban terdampak.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan darurat, termasuk kebutuhan logistik dan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para korban tetap mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak pascakejadian.

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Tambora. Kami turut mendoakan agar seluruh warga diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi masa pemulihan ini. Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban, serta kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.