Kebakaran Hutan dan Lahan di Parigi Moutong Capai Puluhan Hektare, puluhan warga disekitarnya terdampak

Jumat, 6 Februari 2026. Pukul 21: 32 WIB

Penanganan Karhutla...

( Dokumentasi : Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), foto bersumber dari sindonews )

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 5 Februari 2026, menjadi salah satu peristiwa yang menyita perhatian karena luas area terdampak cukup besar dan berpotensi merugikan masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan lapangan, kebakaran menyebar di sejumlah titik, terutama di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dan merambat ke desa sekitar seperti Uevolo serta wilayah lain di Kecamatan Siniu. Kobaran api terus meluas akibat kondisi lahan kering, angin kencang, serta medan yang sulit dijangkau petugas.

BPBD mencatat luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 90 hektare, bahkan pada perkembangan terbaru dilaporkan meluas hingga lebih dari 120 hektare di beberapa titik.


Dampak Kerusakan dan Warga Terdampak

Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi hutan, tetapi juga merambah ke area perkebunan warga. Pemerintah daerah langsung meminta camat dan kepala desa melakukan pendataan kebun serta lahan masyarakat yang terdampak sebagai dasar penanganan dan pemulihan.

Sejumlah lahan pertanian dan kebun dilaporkan terancam, sementara petugas masih berupaya mencegah api menjalar ke permukiman. Hingga laporan terakhir, belum ada informasi korban jiwa, namun masyarakat sekitar menjadi kelompok paling terdampak karena kerusakan lahan dan potensi kehilangan sumber penghidupan.


Upaya Penanganan dan Bantuan Pemerintah

Bupati Parigi Moutong minta kepala desa data kebun warga terdampak karhutla

( Dokumentasi : Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) menyiram api di kebun kelapa warga di Desa Towera dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (5/2/2026), foto bersumber dari Antara )

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pemadaman serta pemantauan titik api. Opsi penanganan seperti penggunaan water bombing bahkan dipertimbangkan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses dari darat.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah juga memperkuat koordinasi untuk pencegahan karhutla melalui patroli terpadu, deteksi dini hotspot, hingga rencana operasi modifikasi cuaca jika kondisi memburuk.

Kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memperparah kebakaran yang sudah terjadi.


Situasi Terkini di Lapangan

Peristiwa karhutla ini menjadi perhatian banyak pihak karena dampaknya terhadap lingkungan dan sektor pertanian. Pemerintah daerah bahkan turun langsung memantau lokasi kebakaran untuk memastikan api tidak semakin meluas.

Sebagian titik api berhasil dikendalikan, namun proses pemadaman tetap berlangsung karena kondisi cuaca dan vegetasi kering masih berpotensi memicu kebakaran susulan.


Harapan dan Doa untuk Masyarakat

( Dokumentasi : Petugas dan warga berjibaku memadamkan api di kawasan perbukitan, di tengah medan terjal dan angin kencang. Lokasi Perbatasan antara Desa Avulua, Kecamatan Parigi Utara dan Desa Uevolo, Kecamatan Siniu., foto bersumber dari kabar68

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan. Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat Parigi Moutong, khususnya warga yang lahannya terdampak.

Semoga proses pemadaman berjalan lancar, masyarakat diberikan kekuatan menghadapi situasi ini, bantuan pemerintah dapat menjangkau warga yang membutuhkan, dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.