Senin, 15 September 2025. Pukul 19:28 WIB

( Dokumentasi : Kobaran api di beberapa bangunan awal kejadian, foto bersumber dari situs niaga asia )
Minggu dini hari, 14 September 2025, warga Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, dikejutkan oleh kebakaran besar yang melahap puluhan rumah dan tempat usaha. Api yang cepat membesar membuat warga panik dan hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa banyak barang.
Kebakaran ini menghanguskan 51 bangunan, terdiri dari rumah tinggal dan toko, dan menyebabkan 56 keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka kini harus tinggal sementara di Balai Adat, Kantor Desa Mansalong, atau menumpang di rumah kerabat.

( Dokumentasi : Kobaran api di beberapa bangunan awal kejadian, foto bersumber dari situs detik )
“Kami kehilangan semuanya. Rumah habis terbakar, pakaian dan barang-barang juga ikut lenyap,” kata salah satu warga yang terdampak.
Tim BPBD Nunukan telah mendirikan posko darurat dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga. Pendataan jumlah korban, kerugian, serta bantuan yang dibutuhkan masih terus dilakukan hingga saat ini.

( Dokumentasi : Kondisi puing-reruntuhan setelah api padam., foto bersumber dari situs rri )
Pemerintah daerah sedang mempertimbangkan untuk menetapkan status darurat bencana agar bantuan logistik, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari bisa segera disalurkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya dukungan kita untuk membantu sesama yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Para korban kini membutuhkan bantuan mendesak berupa pakaian layak pakai, sembako, selimut, dan dukungan moral untuk memulai kembali kehidupan mereka.
Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan keprihatinan kami atas warga yang menjadi korban tedampak akibat kebakaran di mansalong. Kami berharap : tidak terjadi lagi kebakaran lainnya, dan tidak ada lagi penambahan kerusakan ataupun korban jiwa.

