Karhutla Banjarbaru Hanguskan Lahan, Puluhan Warga Terdampak

Rabu, 18 Maret 2026. Pukul 15 : 17 WIB

( Dokumentasi : Tak Ada Korban Jiwa, Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare di Kota Banjarbaru Berhasil Dipadamkan, Foto bersumber dari situs infopublik )

Banjarbaru, Kalimantan Selatan — kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, pada Selasa, 17 Maret 2026. Peristiwa ini menghanguskan lahan seluas sekitar 1,6 hektare dan memicu kekhawatiran warga karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman.

Tim gabungan dari BPBD, aparat setempat, dan relawan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya dilakukan secara intensif agar api tidak meluas ke lahan produktif maupun kawasan permukiman warga.


Dampak Kerusakan dan Kondisi Warga

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

  • Tidak ada korban jiwa maupun luka dilaporkan dalam kejadian ini
  • Puluhan warga di beberapa laporan, terdampak langsung oleh asap tebal, yang mengganggu aktivitas harian dan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia
  • Lahan terbakar berada dekat area aktivitas warga , sehingga meningkatkan risiko jika api tidak segera dikendalikan
  • Potensi kerusakan lingkungan cukup signifikan, termasuk vegetasi dan kualitas udara di sekitar lokasi

Selain itu, berdasarkan laporan kebencanaan yang beredar, pada kejadian serupa di wilayah terdampak, terdapat warga yang terdampak secara langsung hingga beberapa kepala keluarga dan kerusakan pada hunian . Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran lahan seperti ini berpotensi merambat dan menimbulkan dampak lebih luas jika tidak segera ditangani.


Upaya Penanganan di Lapangan

BNPB Laporkan Karhutla dan Cuaca Ekstrem, Pantura Lancar Jelang Mudik Lebaran. [Sumber foto: Info Bencana BNPB | Idisnews ]

( Dokumentasi : Tim BNPB sesudah memadamkan api yang membakar lahan di banjarbaru, Foto bersumber dari situs BNPB )

Petugas melakukan:

  • Pemadaman titik api utama
  • Pendinginan area untuk mencegah api muncul kembali
  • Pemantauan lanjutan terhadap titik rawan

Langkah ini penting untuk memastikan kebakaran tidak meluas ke:

  • Lahan pertanian
  • Area permukiman
  • Infrastruktur warga

Situasi Terkini

Api berhasil dikendalikan setelah upaya pemadaman intensif. Namun, kondisi lahan yang kering dan cuaca panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran susulan.

Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran di area terbuka.


Kami menyampaikan turut prihatin atas kejadian ini dan berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini.

Pemerintah daerah bersama tim terkait telah melakukan penanganan cepat di lapangan, dan diharapkan langkah ini dapat mencegah dampak yang lebih luas.

Semoga ke depan, kejadian serupa tidak kembali terjadi dan lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik.