Kamis, 28 Agustus 2025. Pukul 13:28 WIB

( Dokumentasi : Kendaraan roda empat melewati jalan terendam yang dalam, foto bersumber dari pantau24 )
Bitung, Sulawesi Utara – Hanya dalam waktu sekitar satu jam, hujan deras yang turun pada Minggu (24/8) membuat sejumlah wilayah di Kota Bitung terendam banjir. Air setinggi 30–50 sentimeter menggenangi jalan utama, memutus arus lalu lintas, hingga membuat banyak kendaraan mogok.
Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir ini berdampak pada 1.277 keluarga, air pun baru mulai agak surut pada rabu, 27 agustus 2025 dan banyak warga mengeluhkan kerugian akibat rumah dan jalan yang terendam.
Penyebab Banjir: Drainase Tak Mampu Menampung Air

( Dokumentasi : Tampak jalan di pusat kota Bitung tergenang air hingga tinggi, foto bersumber dari republiknews )
Warga menilai penyebab banjir bukan hanya hujan deras, tetapi juga saluran drainase yang sempit dan tersumbat sedimen serta sampah. Kondisi ini membuat air hujan tidak bisa mengalir lancar sehingga cepat meluap ke jalanan dan pemukiman.
Tak heran jika beberapa wilayah di Kota Bitung disebut sebagai “langganan banjir” setiap musim hujan tiba.
Respon Cepat Pemerintah dan Aparat

( Dokumentasi : alikota Bitung Hengky Honandar bersama jajaran melakukan monitoring langsung di tengah genangan, foto bersumber dari kronologi )
Banjir kali ini langsung mendapat perhatian serius dari Wali Kota Bitung yang turun langsung ke lokasi dan enggan pulang sebelum air benar-benar surut. Ia memerintahkan agar pembersihan drainase dipercepat serta meminta petugas selalu siaga menghadapi potensi banjir susulan.
Sementara itu, Polres Bitung dan BPBD menerjunkan personel untuk membantu warga terdampak, membersihkan material pasca banjir, dan memastikan keamanan di jalan-jalan utama.
Dukungan juga datang dari DPRD Kota Bitung. Ronald Gunawan Kansil, Wakil Ketua DPRD, mendatangi warga di Kelurahan Madidir Weru, mendengarkan langsung keluhan mereka, dan menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur drainase serta pengelolaan sampah kota.
Harapan

( Dokumentasi : Warga mencoba melalui genangan, foto bersumber dari journaltelegraf )
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas warga yang mengalami kejadian banjir ditengah musim hujan awal yang menimpa sejumlah wilayah. Kami berharap , tidak terjadi bencana lainnya dan tidak ada lagi penambahan kerusakan ataupun korban jiwa.