Rabu, 18 Maret 2026. Pukul 17 : 28 WIB

( Dokumentasi : Cuaca ekstrem di Sulawesi Utara (Sulut) membuat 3 daerah diterjang banjir dan tanah longsor, foto bersumber dari situs detik )
Sulawesi Utara — Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara hingga 17 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di beberapa kabupaten dan kota.
Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah rawan dan padat penduduk.
Dampak di Lapangan dan Kondisi Warga
Seiring dengan intensitas hujan yang tinggi, berbagai laporan dari warga dan pantauan lapangan menunjukkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
- Genangan air terjadi di sejumlah ruas jalan dan permukiman, mengganggu aktivitas harian warga
- Pohon tumbang dilaporkan di beberapa titik, sebagian menutup akses jalan dan berpotensi merusak fasilitas umum
- Hujan dengan durasi panjang menyebabkan tanah menjadi labil, meningkatkan risiko longsor di daerah perbukitan
Di lingkungan permukiman, dampak yang dirasakan antara lain:
- Beberapa rumah mengalami kebocoran dan kerusakan ringan pada atap akibat terpaan angin kencang
- Air masuk ke halaman dan bagian dalam rumah warga, terutama di daerah dengan sistem drainase terbatas
- Aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak yang tidak dapat beraktivitas normal karena kondisi cuaca

( Dokumentasi : Batu-batuan pasca banjir bandang, foto bersumber dari situs detik )
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu tetap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar jika berlangsung lebih lama.
Upaya Penanganan dan Kesiapsiagaan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah:
- Mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat
- Memantau wilayah rawan banjir dan longsor
- Menyiagakan tim untuk penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca bersifat dinamis dan masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana.
Penutup
Kami menyampaikan turut prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat di Sulawesi Utara akibat cuaca ekstrem ini.
Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan perlindungan, serta kondisi dapat segera membaik. Upaya cepat dari pemerintah dan tim terkait diharapkan mampu meminimalkan dampak yang lebih luas.
Harapan bersama, kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang dengan kesiapsiagaan yang lebih baik dan lingkungan yang semakin terjaga.

