Kamis, 12 Februari 2026. Pukul 17 : 28 WIB

( Dokumentasi : Warga Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sedang berada di lokasi banjir, Rabu (11/2/2026). Foto bersumber dari situs Antara )
Agam, Sumbar – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (11/2) memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Tanjung Raya. Dampaknya, ratusan warga harus mengungsi demi keselamatan.
Peristiwa ini terjadi setelah curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan material longsor menutup beberapa akses jalan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan evakuasi harus dilakukan secara bertahap.
Dampak pada Warga dan Permukiman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat sekitar 170 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti sekolah, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga.
Banjir dengan ketinggian sekitar 40–60 cm merendam rumah warga di beberapa nagari, terutama di Koto Kaciak dan Sungai Batang, sehingga banyak perabot rumah tangga ikut terendam dan rusak.
Di lokasi lain, banjir bahkan mencapai 50–80 cm dan menggenangi belasan rumah warga akibat luapan sungai setelah hujan deras. Tim gabungan turun untuk mengevakuasi warga yang terjebak arus banjir.
Longsor dan Gangguan Infrastruktur

( Dokumentasi : hujan deras picu banjir dan longsor di agam, ratusan kepala keluarga terdampak. Foto bersumber dari situs Sumbarkita )
Longsor terjadi di beberapa titik dan sempat menutup badan jalan. Sebuah mobil sempat tertimbun material longsor, namun pengemudi berhasil diselamatkan. Akses jalan di sejumlah lokasi sempat tidak dapat dilalui kendaraan.
Kerusakan ini menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan.
Dampak terhadap Jiwa
Dalam kejadian banjir dan longsor pada 11 Februari ini, 170 warga dilaporkan mengungsi. Sehingga, fokus utama adalah evakuasi warga dan penyelamatan, dengan ratusan orang terdampak harus mengungsi. Hingga laporan awal, penanganan dilakukan cepat untuk meminimalkan risiko korban jiwa.
Penanganan dan Bantuan
Pemerintah daerah bersama BPBD, aparat, dan relawan bergerak mengevakuasi warga, membuka akses jalan, serta menyediakan tempat pengungsian sementara.
Upaya penanganan difokuskan pada keselamatan warga, pemulihan akses, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama masa darurat.
Harapan dari kami

( Dokumentasi : Akses Jalan Provinsi di Agam Dibuka Terbatas Usai Longsor dan Banjir, Ratusan Warga Mengungsi. Foto bersumber dari situs Mureks )
Kami turut prihatin atas bencana banjir dan longsor yang menimpa masyarakat Kabupaten Agam. Doa terbaik bagi seluruh warga terdampak agar diberi kekuatan, keselamatan, dan pemulihan yang cepat.
Semoga upaya pemerintah, relawan, dan berbagai pihak dalam penanganan bencana dapat berjalan lancar, kebutuhan warga terpenuhi, serta kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

