Hujan Deras Rendam Pasuruan, Ratusan Rumah Tergenang & Aktivitas Warga Lumpuh

Kamis, 19 Maret 2026. Pukul 16 : 23 WIB

( Dokumentasi : Foto udara banjir di pasuruan, foto bersumber dari situs Detik )

Pasuruan, Jawa Timur — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pasuruan pada 19 Maret 2026 menyebabkan banjir meluas dan merendam sedikitnya tujuh kecamatan. Air meluap dari sungai dan saluran drainase, masuk ke permukiman warga dalam waktu yang relatif cepat.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa curah hujan ekstrem masih menjadi ancaman serius bagi wilayah padat penduduk.


Dampak Nyata di Permukiman Warga

Banjir yang terjadi tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian air yang bervariasi.

  • Ratusan rumah terdampak banjir di beberapa wilayah Pasuruan
  • Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 5 hingga 40 cm di sejumlah titik
  • Air menggenangi ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur warga
  • Perabot rumah tangga seperti kasur, lemari, dan alat elektronik ikut terendam
  • Dinding rumah mengalami lembap, sebagian mulai rusak akibat terendam cukup lama

Data dari BNPB menunjukkan bahwa di wilayah Pasuruan, sekitar 100 unit rumah terdampak banjir akibat luapan sungai yang dipicu hujan deras

Selain itu, beberapa kejadian sebelumnya di wilayah yang sama juga menunjukkan potensi kerusakan lebih berat seperti talud jebol dan rumah terdampak langsung oleh arus air


Dampak terhadap Warga

( Dokumentasi : Foto udara banjir di pasuruan, foto bersumber dari situs Detik )

Banjir ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari:

  • Aktivitas warga terganggu, termasuk bekerja dan bersekolah
  • Akses jalan antar wilayah sempat terhambat
  • Warga harus membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan
  • Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil memantau kondisi air

Dalam laporan sementara, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun warga tetap menghadapi risiko kesehatan seperti kelelahan dan potensi penyakit pascabanjir.


Penanganan di Lapangan

Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait langsung melakukan penanganan:

  • Pemantauan ketinggian air secara berkala
  • Pendataan rumah terdampak
  • Koordinasi bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga
  • Antisipasi banjir susulan jika hujan kembali terjadi

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap aman dan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.


Harapan dan Doa

( Dokumentasi : Foto udara banjir di pasuruan, foto bersumber dari situs Detik )

Kami dari Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah yang terjadi di Pasuruan.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, dan pemulihan yang cepat.
Kami juga berharap penanganan yang dilakukan dapat berjalan lancar, serta ke depan tidak terjadi kembali bencana serupa yang merugikan banyak pihak.