Selasa, 17 Maret 2026. Pukul 12 : 38 WIB
( Dokumentasi : Driyorejo Gresik Dikepung Banjir, 175 Rumah di Sumput Tergenang, Foto bersumber dari situs Jpnn )
Gresik, Jawa Timur — Hujan deras yang turun pada Senin malam mengubah suasana tenang di Kecamatan Driyorejo menjadi kepanikan. Air datang bukan perlahan, tetapi tiba-tiba, menggenangi jalan dan masuk ke rumah-rumah warga.
Banjir dilaporkan merendam sedikitnya lima wilayah, termasuk Desa Sumput yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Kronologi Singkat Kejadian
Banjir terjadi sekitar pukul 18.20 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama. Tak lama setelah hujan reda, air justru datang secara mendadak sebagai banjir kiriman, meluap dari aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air.
Selain curah hujan tinggi, kondisi drainase yang kurang memadai turut memperparah genangan di permukiman warga.
Dampak pada Permukiman Warga

( Dokumentasi :BPBD Gresik saat mendatangi lokasi banjir di driyorejo gresik, Foto bersumber dari situs klikmedianetwork )
Di Desa Sumput saja, tercatat sekitar 175 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 cm.
Secara lebih luas, dampak yang dirasakan warga antara lain:
- Air masuk ke dalam rumah, merendam lantai hingga perabotan
- Warga harus memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan
- Beberapa dinding rumah dan bagian bawah bangunan berisiko rusak akibat terendam air dalam waktu tertentu
- Jalan lingkungan tergenang hingga 20–80 cm, membuat akses keluar-masuk rumah menjadi sulit
Selain itu, genangan di jalan raya menyebabkan kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami mogok saat melintas.
Dampak terhadap Warga (Jiwa dan Aktivitas)
Meski banjir datang cukup cepat dan sempat mengejutkan warga, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, dampak non-fisik tetap dirasakan cukup besar:
- Warga mengalami kepanikan karena air datang secara tiba-tiba setelah hujan reda
- Aktivitas malam hari terganggu, terutama saat warga baru kembali dari ibadah
- Kekhawatiran meningkat karena potensi banjir susulan masih ada jika hujan kembali turun
- Sebagian warga harus berjaga dan memantau ketinggian air sepanjang malam
Upaya Penanganan

( Dokumentasi : Petugas Damkar Gresik saat melakukan evakuasi mobil yang terjebak banjir di Jalan Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Foto bersumber dari situs Radargresik )
Pemerintah daerah melalui BPBD Gresik segera melakukan:
- Pendataan dan pemantauan kondisi di lokasi terdampak
- Koordinasi dengan pemerintah desa dan tim relawan setempat
- Evakuasi kendaraan yang terjebak banjir oleh petugas terkait
Di sisi lain, perbaikan jangka panjang seperti pembenahan drainase dan normalisasi aliran sungai menjadi perhatian penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Penutup
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang tanpa banyak tanda. Dalam waktu singkat, aktivitas warga berubah dan banyak keluarga harus berjuang menyelamatkan barang serta menjaga keselamatan.
Kami menyampaikan turut prihatin yang mendalam atas kejadian ini.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan perlindungan, serta kondisi segera pulih kembali.
Harapannya, upaya penanganan dan perbaikan ke depan dapat berjalan dengan baik, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

