Kamis, 11 September 2025. Pukul 16:23 WIB

( Dokumentasi : banjir & longsor di Banyumas, foto bersumber dari situs detik )
BANYUMAS – Hujan deras sejak Rabu malam (10/9/2025) memicu banjir dan tanah longsor di berbagai titik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dampaknya cukup luas: jalan terputus, puluhan rumah terendam, hingga sebuah jembatan dilaporkan roboh akibat tergerus arus sungai.
BPBD Banyumas mencatat sedikitnya 53 desa di 9 kecamatan terdampak dengan 58 titik bencana yang harus ditangani. Desa yang paling parah di antaranya Tambaknegara (Rawalo), Sawangan (Kebasen), Ajibarang, dan Gumelar. “Kami fokus membuka akses jalan, mengevakuasi warga jika diperlukan, dan membersihkan material longsor,” kata perwakilan BPBD Banyumas.

( Dokumentasi : banjir & longsor di Banyumas, foto bersumber dari situs detik )
Selain banjir yang merendam rumah, material longsor dan pohon tumbang sempat memutus akses jalan di beberapa wilayah. Sebuah jembatan di Kali Sungkalan roboh, sehingga kendaraan tidak bisa melintas dan membuat pengiriman logistik sempat terhambat. Tim gabungan TNI, Polri, relawan, dan warga bahu-membahu menyingkirkan material tanah agar jalur bisa kembali dilalui.
Beruntung, hingga berita ini ditulis tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Satu pengendara mobil yang sempat tertimbun longsor berhasil selamat dan dievakuasi warga.

( Dokumentasi : banjir & longsor di Banyumas, foto bersumber dari situs serayunews )
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta menjauh dari tebing rawan longsor dan tidak beraktivitas dekat sungai yang meluap.
Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut prihatin atas setiap warga yang terdampak banjir dan longsor di wilayah banyumas , jawa tengah. Kami juga berharap tidak terjadi bencana susulan atau penambahan korban kerusakan atau korban jiwa.

