Hujan Deras Picu Banjir di Bima, Ratusan Warga dan Rumah Terdampak

Sabtu, 14 Maret 2026. Pukul 15 : 28 WIB

( Dokumentasi : Kondisi jalan yang tergenang banjir di Kabupaten Bima akibat hujan yang mengguyur, pada Kamis-Jumat, 12-13 Maret 2026, Foto bersumber dari situs BPBD )

Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat kembali dilanda banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Kamis, 13 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WITA. Air yang meluap dari drainase dan aliran sungai menyebabkan genangan di sejumlah permukiman warga, terutama di Kecamatan Palibelo dan Kecamatan Wera.

Peristiwa ini membuat ratusan warga harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka. Berdasarkan laporan awal tim kebencanaan, sedikitnya 587 jiwa terdampak dan 165 unit rumah warga tergenang banjir.


Kronologi Kejadian

Hujan deras yang turun sejak sore hari menyebabkan volume air meningkat dengan cepat. Drainase dan saluran air tidak mampu menampung debit air yang datang dari wilayah perbukitan dan aliran sungai, sehingga air meluap ke area permukiman warga.

Genangan air mulai masuk ke rumah-rumah warga pada sore hingga malam hari. Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 20 hingga 60 sentimeter, membawa lumpur dan material dari aliran air di sekitar permukiman.

Beberapa desa yang dilaporkan terdampak berada di wilayah Palibelo dan Wera, termasuk desa-desa seperti Ntoke, Tawali, Bala, Ntonggu, dan Nata.


Dampak Terhadap Warga

Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Dampak terhadap masyarakat antara lain:

  • 587 jiwa terdampak banjir dan harus menghadapi genangan air di lingkungan tempat tinggal mereka.
  • Sebagian warga sempat mengevakuasi barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat air.
  • Aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses jalan dan lingkungan permukiman tergenang air.

Beruntung, dalam laporan sementara tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Warga dilaporkan tetap berada di rumah masing-masing sambil menunggu air berangsur surut.


Dampak Kerusakan Rumah dan Infrastruktur

Kondisi permukiman warga yang terdampak genangan air menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

( Dokumentasi : Kondisi permukiman warga yang terdampak genangan air menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bima, NTB, Foto bersumber dari situs faktakalbar )

Banjir menyebabkan berbagai kerusakan ringan hingga sedang pada rumah warga dan fasilitas di sekitar lokasi.

Rincian dampak yang dilaporkan antara lain:

1. Rumah warga

  • Sebanyak 165 unit rumah terendam banjir.
  • Air masuk ke bagian dalam rumah, merendam lantai, perabot, dan barang kebutuhan sehari-hari.
  • Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan, seperti dinding lembap, lantai berlumpur, serta perabot yang rusak akibat terendam air.

2. Infrastruktur dan fasilitas umum

  • 1 fasilitas ibadah turut terdampak genangan air.
  • 1 bangunan fasilitas umum ikut terendam.
  • 3 ruas jalan sempat tergenang sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Selain itu, genangan juga sempat menutup beberapa akses jalan desa dan menyebabkan aktivitas warga terganggu sementara waktu.


Kondisi Terkini dan Penanganan

Tim dari pemerintah daerah bersama aparat kebencanaan segera melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak.

Beberapa langkah penanganan yang dilakukan antara lain:

  • Pendataan jumlah warga terdampak
  • Pemantauan kondisi sungai dan drainase
  • Pembersihan area permukiman setelah air mulai surut
  • Koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan lanjutan

Laporan terbaru menyebutkan bahwa kondisi banjir berangsur surut dan warga mulai membersihkan rumah serta lingkungan mereka dari sisa lumpur dan material yang terbawa air.


Doa dan Harapan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa banyak masyarakat di berbagai daerah masih harus menghadapi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Bima.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini, serta kondisi dapat segera pulih seperti sediakala. Diharapkan pula upaya penanganan dari pemerintah dan pihak terkait dapat membantu masyarakat bangkit kembali, serta langkah pencegahan ke depan dapat meminimalkan risiko terjadinya bencana serupa.