Selasa, 3 Februari 2026. Pukul 19 : 17 WIB

( Dokumentasi : Kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Mojokerto yang resahkan warga, Foto bersumber dari situs Aboutmalang )
Mojokerto — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Sabtu sore, 31 Januari 2026. Peristiwa ini terekam dalam beberapa video yang dilaporkan dan diberitakan di media sosial (1 & 2 februari 2026 ) dan menjadi perhatian masyarakat.
Menurut laporan, hujan deras yang turun secara tiba-tiba diikuti dengan tiupan angin kuat mengguncang Pondok Pesantren Nurul Islam di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging. Dalam rekaman visual, sejumlah santri terlihat panik dan berlarian mencari tempat aman saat angin kencang menerpa kompleks pondok.

( Dokumentasi : PORAK PORANDA: BPBD Kabupaten Mojokerto bersama relawan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Dusun Panggreman, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Foto bersumber dari situs Jawapos/BPBD )
Dampak Cuaca Ekstrem di Mojokerto
- Hujan lebat dan angin kencang tidak hanya terjadi di lingkungan ponpes, tetapi juga meluas ke beberapa desa di Mojokerto. Warga melaporkan kondisi hujan deras hingga jarak pandang sempat turun drastis.
- Akibat kejadian tersebut, sekitar 39 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk atap dan bagian struktur rumah yang tersapu angin, serta beberapa fasilitas umum juga terdampak.
- Pohon tumbang dan tembok pondok pun roboh di beberapa titik kawasan sekitar pesantren, yang menambah daftar kerusakan akibat terpaan angin kuat.
Situasi Tanggap Darurat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama relawan dan aparat setempat telah melakukan penilaian awal di lokasi terdampak. Tim terus memantau kondisi cuaca setelah kejadian ini untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah terjadinya dampak lanjutan.

( Dokumentasi : Hujan deras disertai angin kencang menimpa pagar tembok SD Jabon di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging-dok BPBD Kab Mojokerto, Foto bersumber dari situs Disway/BPBD )
Hingga informasi ini dikumpulkan, belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa hujan deras dan angin kencang tersebut. Pemerintah daerah juga menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi berdasarkan prakiraan cuaca.
Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh santri, pengurus pondok pesantren, dan warga Mojokerto yang terdampak cuaca ekstrem ini. Doa kami selalu menyertai agar mereka tetap kuat menjalani proses pemulihan dan aktivitas sehari-hari kembali normal.

