Selasa, 26 Agustus 2025. Pukul 10:19 WIB

( Dokumentasi : Petugas tampak membersihkan reruntuhan pohon di atas atap rumah, foto bersumber dari republika )
Kuningan, 24 Agustus 2025 — Suasana sore di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, mendadak mencekam. Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Desa Ciputat dan Desa Kapandayan, membuat puluhan rumah warga rusak, beberapa di antaranya tertimpa pohon besar yang tumbang.
Puluhan Rumah Rusak, Warga Berhamburan

( Dokumentasi : Pohon tumbang besar menutupi jalan dan menimpa rumah warga, foto bersumber dari situs kuninganoke )
Dalam hitungan menit, angin kencang merobohkan pohon-pohon mangga dan jambu berukuran besar.
- Di Desa Ciputat, tercatat 16 rumah rusak, termasuk sebuah PAUD yang terdampak. Setidaknya 16 KK atau sekitar 60–80 jiwa harus menghadapi kondisi rumah yang tidak lagi layak huni.
- Di Desa Kapandayan, 2 rumah warga juga mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon.
Total ada 18 KK atau sekitar 70–90 jiwa yang terdampak bencana ini.
“Suara gemuruh pohon tumbang membuat warga panik dan berlari keluar rumah,” ujar salah satu warga yang menyaksikan langsung kejadian sore itu.
Akses Jalan Tertutup

( Dokumentasi : Aktifitas bersih-bersih pasca-bencana, dengan alat berat, foto bersumber dari situs tribun )
Tidak hanya merusak rumah, beberapa pohon juga tumbang menutup akses jalan utama Ciputat–Kapandayan. Akibatnya, transportasi sempat lumpuh dan warga terjebak sebelum tim gabungan turun tangan membersihkan material.
Respons Cepat Petugas
Tim BPBD Kuningan bersama aparat desa, TNI, Polri, dan Damkar bergerak cepat membantu warga. Malam itu juga evakuasi pohon tumbang dimulai, meski beberapa titik baru bisa dibersihkan keesokan harinya karena keterbatasan penerangan.

( Dokumentasi : Masyarakat dan aparat bekerja bersama membuka jalan yang tertutup material, foto bersumber dari situs kuningan id )
Hingga kini, tidak ada korban jiwa dilaporkan. Namun kerugian material cukup besar, dan banyak keluarga masih harus bertahan di rumah yang rusak atau mengungsi ke kerabat terdekat.
Harapan Kami
Yayasan Amal Peduli Nusantara prihatin atas kejadian banjir ditengah perubahan musim yang menimpa sejumlah wilayah. Kami berharap , tidak terjadi bencana lainnya dan tidak ada lagi penambahan kerusakan ataupun korban jiwa.