Sabtu, 20 September 2025. Pukul 16:25 WIB
Di tengah padatnya kota Tangerang, masih ada mereka para lansia yang berjuang sekadar untuk bisa makan hari ini. Lima lansia di Kampung Bencongan hidup dalam keterbatasan, mengandalkan belas kasihan tetangga, anak yang bekerja seadanya, atau memulung demi bertahan hidup.

Melihat kondisi ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara turun langsung menyalurkan paket bantuan sembako berisi beras, minyak goreng, mie instan, sarden, susu kental manis, telur, garam, dan biskuit regal untuk lima penerima yang benar-benar membutuhkan.
Profil Penerima Bantuan


- Munawardah (61 tahun)
Sudah 6 tahun menderita stroke dan kesulitan berbicara. Ia tinggal bersama suami yang tidak bekerja. Satu-satunya penghasilan datang dari anaknya yang membantu seadanya.


- Nemi (72 tahun)
Mengalami kebutaan karena usia, hidup sendiri setelah suami meninggal. Untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan kebaikan tetangga sekitar.


- Misnah (60 tahun)
Mengalami masalah penglihatan dan tinggal bersama anak serta cucu. Hidup mereka ditopang oleh 1 anak yang bekerja serabutan.


- Bakri (60 tahun)
Tinggal bersama istri dan dua cucu setelah anaknya pergi tanpa kabar. Pak Bakri memulung, sementara istrinya menjadi kuli cuci untuk mencukupi kebutuhan makan cucu-cucunya.


- Ata (64 tahun)
Lansia sebatang kara yang masih memulung rongsokan dan botol plastik demi bertahan hidup di masa tuanya.
Harapan dari Bantuan Ini
Bantuan ini bukan sekadar sembako, tetapi dukungan moral agar mereka tidak merasa sendirian. Senyum yang terlihat saat paket sembako diserahkan menjadi pengingat bahwa uluran tangan kecil bisa membawa harapan besar.
Dengan langkah kecil ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap semakin banyak hati yang tergerak untuk ikut peduli pada lansia-lansia yang masih berjuang di hari tuanya.

