Kamis, 2 April 2026. Pukul 17 : 08 WIB

( Dokumentasi : Seorang warga memeriksa kondisi rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Foto bersumber dari situs Antara )
Sulawesi Utara & Maluku Utara – Gempa bumi kuat berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada pagi hari tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga menyebabkan kerusakan bangunan dan korban jiwa dalam waktu singkat.
Kronologi Singkat Kejadian
Gempa terjadi pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 05.48 WIB, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman sekitar 33 km.
Guncangan terasa kuat di berbagai wilayah seperti Bitung, Manado, Ternate, hingga sebagian Maluku Utara dan Gorontalo. Gempa ini juga sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir.
Selain itu, tercatat lebih dari 180 gempa susulan terjadi setelah gempa utama.
Dampak Kerusakan Bangunan

( Dokumentasi : 46 Rumah warga mengalami kerusakan berat dan 42 rumah rusak ringan. Foto bersumber dari tangkapan layar facebook SCTV )
Gempa berdampak langsung pada berbagai infrastruktur dan permukiman warga:
- 46 Rumah warga mengalami kerusakan berat dan 42 rumah rusak ringan, mulai dari retak hingga roboh di beberapa titik
- Bangunan ibadah seperti gereja rusak parah, dengan puing berserakan
- Kantor pemerintahan mengalami kerusakan struktural, termasuk dinding runtuh
- Rumah sakit dan hotel di Manado dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius
- Jembatan di Halmahera Selatan dilaporkan ambruk
- Satu rumah di Bitung hancur akibat longsor pascagempa
Kerusakan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Bitung, Manado, Minahasa, dan Ternate, menunjukkan luasnya dampak gempa ini.
Dampak pada Korban Jiwa dan Warga
Dari laporan sementara:
- 1 orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan
- 2 orang mengalami luka-luka, termasuk akibat kepanikan saat evakuasi
- Warga mengalami trauma dan panik, banyak yang berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi
Getaran kuat yang berlangsung cukup lama membuat kendaraan dan benda-benda di jalan ikut terguncang, bahkan beberapa kendaraan dilaporkan terjatuh.
Dampak Tambahan: Tsunami dan Kondisi Alam

( Dokumentasi : 46 Rumah warga mengalami kerusakan berat dan 42 rumah rusak ringan. Foto bersumber dari tangkapan layar facebook SCTV )
Gempa ini sempat memicu gelombang tsunami kecil di beberapa wilayah:
- Halmahera Barat: ±0,3 meter
- Bitung: ±0,2 meter
- Minahasa Utara: hingga ±0,75 meter
Meski tidak besar, fenomena ini sempat membuat warga pesisir melakukan evakuasi mandiri.
Selain itu, sempat terjadi penurunan air laut secara tiba-tiba sebelum kembali naik, yang merupakan tanda aktivitas tsunami.
Penanganan dan Respons Pemerintah
Pemerintah bersama berbagai pihak langsung melakukan langkah cepat:
- Tim BNPB, BPBD, TNI, dan Polri diterjunkan ke lokasi
- Dilakukan evakuasi warga dan pendataan korban
- Pemerintah pusat telah menerima laporan dan memprioritaskan keselamatan warga
- BMKG terus memantau potensi gempa susulan dan kondisi wilayah terdampak
Masyarakat juga diimbau untuk tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman.
Penutup
Peristiwa gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia yang berada di jalur cincin api memiliki potensi bencana yang tinggi dan dapat terjadi kapan saja.
Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut prihatin atas musibah ini.
Kami mendoakan seluruh korban yang terdampak diberikan kekuatan, yang terluka segera pulih, dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman.
Kami juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu penanganan di lapangan. Semoga ke depan, mitigasi bencana semakin diperkuat sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan.

