Senin, 26 Januari 2026. Pukul 10 : 18 WIB

( Dokumentasi : Dampak banjir bandang menerjang wilayah Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Foto bersumber dari situs Indoraya/pemprov jateng )
Pemalang, Jawa Tengah — Dua hari berturut-turut pada Sabtu dan Minggu (24–25 Januari 2026), wilayah selatan Kabupaten Pemalang diguncang oleh bencana hidrometeorologi berskala besar: banjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Pulosari dan tanah longsor yang menimpa kawasan Camat Watukumpul. Kedua peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terus mengguyur lereng wilayah selatan, sehingga aliran sungai meluap dan tanah di perbukitan menjadi labil.
Banjir Bandang di Pulosari: Ratusan Jiwa Terdampak
Pada Sabtu (24 Januari 2026) dini hari, intensitas hujan ekstrem menyebabkan luapan air dari sungai-sungai seperti Kali Penakir dan Kali Soso di Kecamatan Pulosari. Aliran deras bercampur lumpur, batu, dan kayu membanjiri permukiman warga di sejumlah dusun.
Dampak terhadap masyarakat:
- Sekitar 252 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa tercatat terdampak langsung, dengan banyak warga yang harus mengungsi.
- Di Dusun Sarangan saja, puluhan keluarga dengan ratusan jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka, dan dapur umum pun didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
- Beberapa rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat, serta jembatan penghubung di berbagai titik terputus akibat derasnya arus banjir.
- Satu korban jiwa, seorang warga bernama Tanto, dilaporkan meninggal setelah terseret derasnya arus Sungai Kali Penakir.
Evakuasi puluhan warga dilakukan oleh tim gabungan instansi pemerintah setempat seperti BPBD dan Polres Pemalang, yang juga memastikan keselamatan warga di lokasi terdampak dan mendirikan posko pengungsian di beberapa titik kantor kecamatan dan fasilitas umum.
Longsor di Watukumpul: Dua Petani Belum Ditemukan

( Dokumentasi : Bencana tanah longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Minggu, 25 Januari 2026, Foto bersumber dari situs Suaramerdeka )
Saat peristiwa banjir bandang di Pulosari belum sepenuhnya pulih, Minggu pagi (25 Januari 2026) kawasan perbukitan di Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul mengalami tanah longsor. Longsor terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, saat hujan masih turun deras.
Dalam tragedi ini, dua petani yang sedang beraktivitas di sawah dilaporkan tertimbun material longsoran tanah. Hingga laporan terakhir, keduanya belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR dan relawan setempat di medan yang berat.
Suasana di Lapangan: Kehidupan & Harapan
Kondisi jalan sempat tertutup pohon tumbang dan material banjir di beberapa titik, menambah tantangan bagi tim penanggulangan bencana yang bekerja sejak Sabtu malam hingga Minggu malam untuk membuka akses dan memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan awal.
Meski deretan peristiwa ini membawa duka pada keluarga yang kehilangan anggota dan rumah yang rusak, masih terlihat semangat gotong-royong masyarakat dan tim penolong, serta harapan bahwa proses pencarian korban longsor dan pemulihan infrastruktur akan terus berjalan. Pemerintah daerah telah menjamin kebutuhan dasar para warga pengungsi, termasuk pangan dan fasilitas sanitasi.

( Dokumentasi : Kondisi Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang diterjang banjir bandang dari hulu Gunung Slamet, Foto bersumber dari situs Suaramerdeka/pemalang update )
Dalam situasi penuh tantangan ini, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Pemalang. Semoga keluarga yang berduka diberi ketabahan, pihak yang masih mencari korban longsor dapat segera menemukan hasil terbaik, dan kondisi wilayah terdampak perlahan dapat pulih melalui upaya pemerintah serta kolaborasi semua pihak yang terlibat.

