Minggu, 6 April 2026. Pukul 15 : 12 WIB
Tidak semua orang bisa menikmati masa tua dengan tenang.
Di kawasan Irigasi Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, ada satu cerita yang menggambarkan bagaimana kerasnya bertahan hidup di usia senja.
Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada seorang lansia bernama Misim (66 tahun), yang masih harus bekerja di usianya yang tidak lagi muda.

Bantuan sembako yang diberikan terdiri dari:
beras, minyak goreng, mie instan, sarden, susu kental manis, telur, garam, dan biskuit Regal.
Masih Bekerja di Usia Senja
Di usia 66 tahun, Misim belum bisa berhenti bekerja.
Setiap hari, ia mencari rongsokan untuk dijual kembali demi memenuhi kebutuhan hidup bersama istrinya.


Penghasilan yang didapat tidak menentu.
Kadang cukup untuk makan, kadang harus menahan dan berhemat lebih jauh.
Tidak ada jaminan, tidak ada kepastian.
Hanya usaha setiap hari agar tetap bisa bertahan.
Bantuan yang Berarti
Bagi sebagian orang, bantuan sembako mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi Misim, ini adalah bentuk perhatian yang sangat berarti.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sedikit meringankan beban yang selama ini harus ia tanggung.
Masih Banyak yang Membutuhkan
Kisah Misim hanyalah satu dari banyak cerita serupa yang ada di sekitar kita.
Masih banyak lansia yang harus bekerja keras di usia tua karena keterbatasan ekonomi.
Melalui program bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara terus berkomitmen untuk hadir dan membantu mereka yang membutuhkan.
Ajakan Kepedulian
Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, bisa membawa perubahan bagi seseorang.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari kepedulian ini.
Karena bagi mereka,
bantuan sederhana bisa menjadi harapan untuk terus menjalani hari.

