Rabu, 11 Februari 2026. Pukul 15 : 39 WIB

( Dokumentasi : Sebanyak 853 Rumah di Tegal Rusak Akibat Tanah Bergerak, foto bersumber dari situs mediaindonesia )
Tegal, Jateng – Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, semakin meluas dan berdampak besar bagi masyarakat. Wilayah ini resmi ditetapkan sebagai zona merah bencana karena kondisi tanah yang masih bergerak dan dinilai tidak aman untuk dihuni.
Peristiwa ini terjadi dan semakin parah pada Selasa, 10 Februari 2026, setelah sebelumnya retakan tanah mulai terdeteksi sejak awal Februari akibat hujan deras dan kondisi geologi wilayah yang rawan.
Dampak Kerusakan
Data terbaru yang dihimpun hingga Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan skala kerusakan yang sangat besar:
- 853–863 rumah rusak berat hingga sedang akibat pergeseran tanah.
- 21 fasilitas umum dan 7 tempat ibadah ikut terdampak.
- Jalan desa, akses evakuasi, serta lingkungan permukiman mengalami retakan dan amblas.
- Tanah masih bergerak di beberapa titik sehingga rumah yang tersisa dinilai tidak aman ditempati.
Sebelumnya, laporan awal bahkan mencatat ratusan rumah telah retak, roboh, atau miring sebelum jumlah kerusakan terus bertambah seiring pergerakan tanah.
Dampak pada Warga dan Jiwa

Tim relawan BPBD mengangkat lemari milik warga dari rumah yang hancur akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Menurut BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 853 rumah, 21 fasilitas umum dan tujuh tempat ibadah rusak berat dan sedang sehingga Desa Padasari dikategorikan sebagai zona merah dan sudah tidak layak untuk menjadi lokasi permukiman warga. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.
( Dokumentasi : Tim BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan pendataan rumah warga terdampak angin kencang di wilayah Kabupaten Karanganyar, pada Jumat (6/2), foto bersumber dari situs detakpos/BPBD )
- Sekitar 2.450–2.460 warga mengungsi di sejumlah titik penampungan darurat.
- Ratusan keluarga harus meninggalkan rumah karena berada di zona rawan bencana susulan.
- Pengungsi menghadapi keterbatasan fasilitas dasar seperti air bersih dan MCK.
Hingga laporan terakhir, fokus utama penanganan adalah keselamatan warga dan evakuasi. Tidak ada laporan resmi korban meninggal dalam data yang dipublikasikan, namun dampak sosial dan ekonomi dinilai sangat berat bagi masyarakat terdampak.
Upaya Pemerintah dan Penanganan
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan dan evakuasi karena pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti.
Langkah yang dilakukan antara lain:
- Menetapkan status tanggap darurat dan zona merah.
- Menyiapkan relokasi warga ke lahan aman, termasuk kawasan milik Perhutani.
- Mengupayakan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Situasi di Lapangan

( Dokumentasi : Jembatan yang terputus akibat longsor, foto bersumber dari situs Watchers )
Evakuasi berlangsung dengan berbagai kendala, mulai dari akses jalan rusak, medan menanjak, hingga kondisi tanah yang masih bergerak dan cuaca yang belum stabil.
Warga terlihat berusaha menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan, sementara sebagian lainnya bertahan di pengungsian sambil menunggu kepastian relokasi.
Penutup
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari menjadi peristiwa yang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat setempat, baik dari sisi tempat tinggal, aktivitas ekonomi, maupun kondisi psikologis warga.
Kami menyampaikan turut prihatin atas peristiwa ini, mendoakan yang terbaik bagi masyarakat terdampak, serta berharap proses penanganan dan relokasi berjalan lancar. Dukungan pemerintah dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar warga dapat kembali hidup aman dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

