Senin, 2 Februari 2026. Pukul 12 : 53 WIB

( Dokumentasi : Hujan robohkan rumah di Situbondo, Foto bersumber dari situs Merdeka/Liputan6 )
Situbondo, Jawa Timur — Curah hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Situbondo sejak Sabtu malam, 31 Januari 2026 menyebabkan tiga rumah warga ambruk dan tiga orang mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan. Peristiwa ini berlangsung hingga Minggu, 1 Februari 2026 dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Detik-detik Kejadian
Cuaca ekstrem dipicu oleh hujan deras yang turun dalam durasi cukup lama, dibarengi hembusan angin kencang. Sekitar pukul 23.30 WIB Sabtu malam, dua rumah semi permanen di Desa Tenggir, Kecamatan Panji roboh. Rumah milik Minari dan rumah tetangganya, Junaida, runtuh setelah diterjang angin dan hujan deras tersebut.
Korban dan Kondisi Mereka

( Dokumentasi : Petugas BPBD Situbondo, Jawa Timur, di lokasi rumah ambruk di Desa Tenggir, Kecamatan Panji. Minggu (1/2/2026), Foto bersumber dari situs Antara/BPBD )
Dua anak dan ibunya mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dinding rumah saat mereka sedang tidur. Ibu Junaida menderita luka di kepala, dada, dan kaki, sedangkan kedua anaknya mengalami cedera ringan. Mereka kemudian mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
Selain itu, sebuah bangunan rumah lain di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo juga ambruk— bagian dapur rumah tersebut runtuh pada Minggu siang. Beruntung pemilik rumah tidak mengalami luka karena saat kejadian sedang berada di luar rumah.
Upaya Penanganan dan Imbauan
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo dan relawan setempat segera turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan dan membantu proses penanganan pertama. Mereka turut melakukan asesmen kerusakan dan membantu warga yang terdampak.
BPBD juga mengimbau agar warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, karena kondisi hujan deras dan angin kencang diperkirakan masih bisa terjadi di wilayah tersebut.
Pesan Kepada Masyarakat

( Dokumentasi : BPBD Situbondo melakukan penanganan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) di Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Foto bersumber dari situs Adatah )
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang dapat berubah dengan cepat. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi perkembangan cuaca dari BMKG atau otoritas setempat, serta mempersiapkan langkah-langkah aman saat kondisi buruk terjadi.
Kami turut prihatin atas kejadian ini dan berdoa agar kondisi warga yang terluka segera pulih, serta keluarga dan masyarakat Situbondo tetap kuat dan dapat bangkit setelah peristiwa ini. Pemerintah dan otoritas setempat telah menindaklanjuti dengan bantuan serta penanganan di lapangan untuk masyarakat terdampak.

