Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Sragen

Jumat, 6 Maret 2026. Pukul 21 : 08 WIB

Banjir Sragen

( Dokumentasi : Salah satu warga Kecamatan Sidoharjo dievakuasi menggunakan perahu karet menuju puskesmas, Kamis (5/3/2026), foto bersumber dari situs Detik / Camat sidoharjo )

Sragen, Jawa Tengah – Hujan yang turun selama beberapa hari membawa dampak bagi sebagian wilayah di Kabupaten Sragen. Luapan Sungai Bengawan Solo membuat sejumlah desa dan permukiman warga terendam banjir.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, setelah Sungai Bengawan Solo dan beberapa anak sungainya meluap akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak Rabu malam hingga Kamis, 4–5 Maret 2026.

Genangan air dilaporkan merendam setidaknya 11 desa di lima kecamatan, yaitu Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan Sambungmacan. Air yang masuk ke permukiman membuat sebagian aktivitas warga terganggu, sementara beberapa akses jalan berubah menjadi genangan air.

Selain permukiman, banjir juga berdampak pada area pertanian di sejumlah titik. Beberapa lahan persawahan dilaporkan ikut terendam sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para petani yang sedang menjalani musim tanam.

Lahan persawahan di Sidoharjo, Sragen terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Kamis (5/3/2026) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

( Dokumentasi : Lahan persawahan di Sidoharjo, Sragen terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Kamis (5/3/2026) sore, foto bersumber dari situs Radarsolo )

Petugas dari pemerintah daerah dan unsur terkait melakukan pemantauan serta membantu warga di wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga meninjau beberapa lokasi banjir untuk mencari langkah penanganan dan solusi agar dampaknya dapat segera diatasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musim hujan masih membawa potensi bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.

Semoga kondisi di wilayah terdampak segera membaik, air cepat surut, dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Diharapkan pula upaya pemulihan dan penanganan dari pemerintah dapat berjalan dengan cepat, serta menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.