Jumat, 13 Februari 2026. Pukul 09 : 28 WIB

( Dokumentasi : Suasana rumah warga terdampak tanah gerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Foto bersumber dari situs Detik )
Semarang – Peristiwa tanah bergerak terjadi di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Rabu, 11 Februari 2026. Bencana ini menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, serta memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Fenomena ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memicu pergeseran lahan yang terus berlangsung. Wilayah tersebut juga diketahui berada pada zona rawan gerakan tanah karena struktur geologi aktif.
Dampak Kerusakan Rumah dan Lingkungan
Sebanyak 15 rumah warga terdampak pergeseran tanah. Kerusakan bervariasi mulai dari retakan pada dinding dan lantai hingga bangunan yang tidak lagi layak huni. Empat rumah dilaporkan rusak parah, bahkan sebagian harus dibongkar untuk mencegah roboh sewaktu-waktu.
Selain rumah, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur lingkungan:
- Akses jalan kampung amblas dan sulit dilalui
- Saluran air mengalami kerusakan
- Beberapa titik lahan mengalami retakan lebar akibat pergeseran tanah
Pergerakan tanah yang terjadi sebelumnya berskala kecil, namun kali ini menjadi yang terparah karena merusak banyak bangunan warga.
Dampak terhadap Warga dan Jiwa

( Dokumentasi : Suasana jalan dan tiang telepon yang hampir rubuh akibat terdampak bencana tanah bergerak. Foto bersumber dari situs Rmol )
Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sejumlah warga terdampak terpaksa mengungsi demi keselamatan karena khawatir rumah roboh, terutama saat malam hari.
Warga mengalami tekanan psikologis akibat ancaman pergerakan tanah yang masih berlangsung serta ketidakpastian tempat tinggal. Sebagian keluarga memilih meninggalkan rumah sementara waktu hingga kondisi dinilai aman.
Upaya Pemerintah
Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah penanganan, termasuk pendataan warga terdampak dan opsi relokasi ke tempat yang lebih aman. Beberapa alternatif lokasi hunian sedang disiapkan untuk mencegah risiko bencana susulan.
Langkah ini diambil karena tanah di kawasan tersebut masih labil dan berpotensi bergerak kembali, terutama saat curah hujan tinggi.
Penutup

( Dokumentasi : Kerusakan Akibat Tanah Bergerak di Semarang. Foto bersumber dari situs Tempo )
Peristiwa tanah bergerak di Semarang ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana dapat terjadi tanpa diduga, terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil. Kerusakan rumah dan lingkungan tentu menjadi pukulan berat bagi warga terdampak.
Kami turut prihatin atas kejadian ini dan mendoakan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak agar tetap diberi kekuatan dan keselamatan. Diharapkan bantuan pemerintah dapat membantu pemulihan kondisi warga, serta langkah pencegahan dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

