Bantuan Sembako untuk Lansia yang Hidup Sendiri di Tengah Keterbatasan

Selasa, 27 Januari 2026. Pukul 11 : 19 WIB

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tanpa pendamping keluarga. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan agar mereka dapat bertahan dan merasa tidak sendirian.

Bantuan sembako yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, mi instan, telur, garam, sarden, susu kental manis, dan biskuit regal untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.

Penerima pertama adalah Yayu (65 tahun), seorang lansia yang telah berpisah dari suaminya dan tidak memiliki anak. Saat ini, Yayu hidup sebatang kara dan bertahan dengan memulung setiap hari. Ia diizinkan menumpang tinggal di lingkungan komunitas orang gereja. Dalam kesehariannya, Yayu juga harus menghadapi kondisi kesehatan berupa asam urat dan darah tinggi, yang membuat aktivitasnya semakin terbatas.

Penerima bantuan lainnya adalah Lie Moy Jun (66 tahun), lansia yang sudah tidak memiliki suami dan tidak memiliki anak. Ia mengalami sakit pinggang yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk bertahan hidup, Lie Moy Jun dibantu oleh saudara dengan kondisi seadanya. Selain itu, ia kerap membacakan doa ketika ada warga yang meninggal sebagai bentuk pelayanan sederhana kepada sesama.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas kondisi yang dialami para lansia ini. Semoga bantuan sembako yang diberikan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari dan membawa penguatan bagi mereka dalam menjalani hari-hari ke depan. Kami berharap para lansia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta perhatian dari lingkungan sekitar dan instansi terkait.