Banjir Terjang Desa Waisaka, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Ambruk di Kepulauan Sula

Sabtu, 14 Maret 2026. Pukul 17 : 35 WIB

( Dokumentasi : Salah satu rumah warga di Desa Waisakai, Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang rusak akibat banjir bandang, Foto bersumber dari situs Cermat / Warga lokal )

Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara dilanda banjir yang menyebabkan kerusakan pada permukiman warga di Desa Waisaka, Kecamatan Mangoli Utara Timur, pada Kamis, 12 Maret 2026. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam hingga menyebabkan aliran air meluap dan menerjang area permukiman.

Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan serta merusak infrastruktur penting di desa tersebut. Data awal dari pihak kebencanaan menyebutkan sedikitnya 35 unit rumah rusak dan satu jembatan dilaporkan ambruk akibat derasnya arus banjir.


Kronologi Kejadian

Banjir mulai terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Mangoli Utara Timur sejak malam hari hingga dini hari. Air dari aliran sungai dan daerah sekitar meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.

Arus air yang cukup deras membawa lumpur serta material lainnya sehingga menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan. Banjir terus berlangsung hingga dini hari sebelum akhirnya mulai berangsur surut.


Dampak Kerusakan Rumah dan Infrastruktur

Banjir yang terjadi menimbulkan kerusakan pada rumah warga dengan tingkat yang berbeda-beda.

Rincian dampak kerusakan antara lain:

1. Kerusakan rumah warga

  • 35 unit rumah mengalami kerusakan akibat terjangan air.
  • Beberapa rumah mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian dinding dan struktur bangunan.
  • Rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, seperti lantai dan dinding yang terendam lumpur serta perabot rumah tangga yang rusak.
  • Air yang masuk ke rumah membawa lumpur sehingga warga harus membersihkan rumah setelah banjir surut.

Selain itu, laporan lapangan juga menyebutkan sebagian rumah bahkan sempat terbawa arus atau mengalami kerusakan pada pondasi akibat derasnya aliran air.

2. Kerusakan infrastruktur desa

  • 1 unit jembatan desa ambruk akibat kuatnya arus banjir.
  • Tanggul penahan banjir sepanjang sekitar 300 meter ikut mengalami kerusakan.

Kerusakan jembatan tersebut sempat mengganggu akses masyarakat karena jembatan merupakan penghubung utama antar wilayah di desa tersebut.


Dampak Terhadap Warga

( Dokumentasi : Banjir terjang Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Foto bersumber dari situs Halmaherapost )

Banjir tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat.

Beberapa dampak yang dilaporkan antara lain:

  • Ratusan warga terdampak banjir dan sebagian harus meninggalkan rumah sementara.
  • Sekitar 304 warga dari 59 kepala keluarga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke rumah kerabat.
  • Aktivitas masyarakat sempat terganggu karena lingkungan permukiman dipenuhi lumpur dan genangan air.

Meski menimbulkan kerusakan pada rumah dan fasilitas desa, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.


Penanganan oleh Pemerintah

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Pendataan jumlah rumah dan warga terdampak
  • Pemantauan kondisi sungai dan wilayah sekitar
  • Peninjauan lokasi kerusakan infrastruktur
  • Koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan lanjutan

Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak serta meninjau langkah perbaikan, termasuk rencana normalisasi aliran sungai di wilayah tersebut.

Kondisi banjir dilaporkan telah berangsur surut pada hari berikutnya, sehingga warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki bagian rumah yang rusak.


Doa dan Harapan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih dapat memicu bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang terjadi di Desa Waisaka, Kabupaten Kepulauan Sula.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi situasi ini. Diharapkan pula berbagai upaya penanganan dari pemerintah dan pihak terkait dapat membantu pemulihan kondisi warga serta mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.