Banjir Sukabumi di awal maret, 114 rumah terdampak

Senin, 9 Maret 2026. Pukul 11 : 11 WIB

( Dokumentasi : Bencana pergerakan tanah yang dipicu peningkatan intensitas hujan sejak Rabu, 4 Maret 2026 di Sukabumi mengakibatkan kerusakan masif, foto bersumber dari situs liputan6 )

Sukabumi, Jawa Barat – Hujan yang turun berjam-jam pada awal Maret membawa kabar duka bagi sebagian warga Sukabumi. Air sungai yang meluap dan tanah yang tidak lagi mampu menahan air memicu banjir serta pergerakan tanah di sejumlah wilayah. Dalam waktu singkat, rumah, jalan, dan kehidupan sehari-hari warga berubah drastis.

Peristiwa yang terjadi Kamis, 6 Maret 2026, menjadi pengingat bahwa bencana alam masih menjadi tantangan nyata bagi banyak daerah di Indonesia.


Kronologi Singkat Kejadian

Hujan dengan intensitas tinggi sejak 4 hingga 6 Maret 2026 menyebabkan tanah jenuh air dan memicu banjir serta pergerakan tanah di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi, terutama di Kecamatan Bantargadung dan sekitarnya.

Air yang meluap dan kondisi tanah yang labil membuat sejumlah rumah rusak dan warga harus mengungsi sementara untuk menghindari risiko yang lebih besar.


Dampak Kerusakan Rumah

( Dokumentasi : Bencana pergerakan tanah yang dipicu peningkatan intensitas hujan sejak Rabu, 4 Maret 2026 di Sukabumi mengakibatkan kerusakan masif, foto bersumber dari situs liputan6 )

Data sementara dari laporan kebencanaan menunjukkan kerusakan cukup signifikan pada permukiman warga.

  • 114 unit rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat.
  • 70 rumah rusak berat dan tidak dapat ditempati.
  • 26 rumah rusak sedang.
  • 18 rumah rusak ringan.
  • 9 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah.

Sebagian rumah mengalami retakan besar pada dinding dan pondasi, sementara lainnya terdampak lumpur serta genangan air.


Warga Terdampak

Bencana ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mempengaruhi kehidupan banyak keluarga.

  • 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa terdampak di wilayah terdampak utama.
  • Ratusan warga terpaksa mengungsi sementara untuk menghindari potensi longsor susulan.

Di beberapa titik, akses jalan juga sempat terganggu akibat longsor dan material tanah yang menutup jalur transportasi.


Harapan Pemulihan

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi cuaca ekstrem dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di wilayah rawan banjir maupun longsor.

Saat ini masyarakat berharap situasi segera pulih, warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari, dan proses pemulihan berjalan cepat. Dukungan serta langkah penanganan dari pemerintah diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Di tengah situasi ini, doa dan harapan terbaik menyertai seluruh warga yang terdampak. Semoga kondisi segera membaik, pemulihan berjalan lancar, dan Sukabumi kembali bangkit dengan lebih kuat.