Banjir Rendam Permukiman Warga di Banggai, Ratusan Jiwa Terdampak

Jumat, 3 April 2026. Pukul 11 : 29 WIB

Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Banggai dan Morowali Terendam Banjir

( Dokumentasi : Banjir merendam rumah warga di Desa Pangkalaseang Baru, Kecamatan Balantak Utara, Banggai. Foto bersumber dari situs Antara/BPBD )

Banggai, Sulawesi Tengah — Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan selama beberapa jam memicu banjir yang merendam permukiman warga di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, pada awal April 2026. Dalam waktu singkat, air sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga, mengubah aktivitas normal menjadi situasi darurat.

Peristiwa ini terjadi di dua desa terdampak, yaitu Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang.


Dampak Bencana

Berdasarkan laporan dari BPBD dan berbagai sumber:

  • Puluhan rumah terendam (sekitar 52 unit rumah)
  • Ratusan warga terdampak (±166 jiwa)
  • Air mencapai ketinggian sekitar lutut hingga 50 cm di dalam rumah

Di beberapa dusun:

  • Dusun II & III menjadi wilayah paling parah
  • Banyak penghuni terdiri dari lansia dan balita, kelompok paling rentan saat bencana

Kerusakan pada Rumah & Lingkungan

Sebanyak 22 rumah warga terdampak banjir di Balantak Utara

( Dokumentasi : Rumah warga terdampak banjir di Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai. Foto bersumber dari situs Antara )

Banjir tidak hanya menggenangi, tetapi juga merusak kehidupan sehari-hari warga:

  • Rumah warga dipenuhi air dan lumpur, merusak:
    • Perabotan rumah tangga
    • Kasur, pakaian, dan bahan makanan
  • Beberapa bangunan mengalami kerusakan sedang akibat tekanan air dan material terbawa arus
  • Lingkungan sekitar berubah:
    • Jalan kampung tergenang
    • Akses antar wilayah terganggu

Selain itu, kebutuhan mendesak muncul seperti:

  • Perbaikan drainase dan sungai
  • Penguatan tebing (bronjong) untuk mencegah banjir susulan

Penutup

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang tanpa peringatan panjang, terutama di tengah cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Kami dari Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut prihatin atas kejadian ini.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, pemulihan berjalan dengan baik, dan upaya pemerintah dalam penanganan serta pencegahan ke depan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana serupa.