Banjir Rendam Lima Kabupaten di Bangka Belitung, 138 Rumah Warga Terdampak

Sabtu, 10 Januari 2026. Pukul 19 : 28 WIB

( Dokumentasi : Banjir yang melanda di wilayah Bangka Tengah, Foto bersumber dari situs rri )

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 9 Januari 2026, membawa dampak serius bagi masyarakat. Banjir dilaporkan melanda lima kabupaten dan menyebabkan ratusan warga harus menghadapi genangan air di lingkungan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber dan laporan penanganan bencana daerah, banjir tersebut berdampak pada 138 rumah warga yang tersebar di lima kabupaten, yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur. Air merendam rumah dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari menggenangi halaman hingga masuk ke dalam rumah warga.

( Dokumentasi : Jembatan di Desa Nibung banjir yang menyebabkan akses lalu lintas terganggu, Foto bersumber dari situs wowbabel )

Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama, sehingga sejumlah sungai dan saluran air tidak mampu menampung debit air. Di beberapa wilayah, genangan air juga sempat mengganggu aktivitas warga dan akses jalan, terutama di kawasan permukiman yang berada di dataran rendah.

Pemerintah daerah melalui BPBD setempat bersama aparat terkait bergerak cepat melakukan pendataan, pemantauan, serta membantu warga terdampak. Sejumlah langkah darurat dilakukan, termasuk menyiagakan petugas di lokasi rawan banjir dan memastikan kondisi warga tetap aman. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

( Dokumentasi : Banjir yang merendam Kampung Culong Kecamatan Mentok, Kabuapten Bangka Barat, Foto bersumber dari situs wowbabel )

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat Bangka Belitung. Kami mendoakan agar warga yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan, serta kondisi dapat segera pulih seperti sedia kala.

Semoga upaya penanganan yang dilakukan pemerintah berjalan lancar dan ke depan tidak terjadi kembali bencana serupa yang merugikan masyarakat.