Senin, 23 Februari 2026. Pukul 15 : 28 WIB

( Dokumentasi : Bencana banjir desa kore, bima NTB , foto bersumber dari situs siaga )
Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat – Sabtu sore, 21 Februari 2026, tiga desa di Kabupaten Bima kembali disapa bencana banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari. Desa Lere (Kecamatan Parado), serta Kore dan Sandue (Kecamatan Sanggar), mengalami genangan air yang merendam pemukiman dan mengganggu aktivitas warga setempat.
Dampak Banjir di Tiga Desa
Menurut data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hujan intens tersebut menyebabkan banjir yang merendam rumah warga dan lingkungan desa dengan rinciannya sebagai berikut:

( Dokumentasi : Kondisi banjir yang menggenangi jalan di Desa Kore , foto bersumber dari situs bimakini )
- Jumlah warga yang terdampak: sekitar 119 jiwa dari 37 kepala keluarga di ketiga desa.
- Rumah yang terendam air: tercatat rumah-rumah penduduk terkena genangan banjir, dengan beberapa keluarga harus membersihkan lingkungan pasca-banjir dan satu keluarga tercatat sempat mengungsi.
- Desa-desa terdampak merasakan dampak meluapnya air sungai dan drainase yang tidak mampu menampung debit hujan yang tinggi pada sore hari itu.
Fenomena banjir di Bima ini terjadi bersamaan dengan kejadian banjir bandang di wilayah Sumbawa pada hari yang sama, di mana ratusan warga terdampak dan puluhan rumah lainnya terdampak di sana.
Harapan untuk Pemulihan dan Kebaikan
Kami menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi seluruh masyarakat di Desa Lere, Desa Kore, dan Desa Sandue yang terkena dampak banjir. Semoga keluarga-keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi proses pemulihan.
Semoga situasi dapat segera membaik, dengan upaya pemulihan dan penanganan dari pemerintah dan pihak terkait berjalan cepat, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali normal dan potensi kejadian serupa dapat diminimalkan ke depannya.

