Rabu, 4 Februari 2026. Pukul 13 : 52 WIB

( Dokumentasi :Banjir Landa Kota Pekalongan, Foto bersumber dari Harianhaluan )
Pekalongan, Jawa Tengah — Hujan deras yang mengguyur wilayah Pekalongan sejak sore hingga malam Senin, 2 Februari 2026, menyebabkan banjir merendam permukiman penduduk di beberapa kecamatan. Akibat kejadian ini, lebih dari 11.000 rumah warga terdampak air banjir, dengan ketinggian genangan antara 10 hingga 80 cm di berbagai titik di wilayah Pekalongan.
Banjir Menyebar di Beberapa Kecamatan
Banjir tercatat menggenangi wilayah di lima kecamatan, yaitu:
- Kecamatan Siwalan
- Kecamatan Buaran
- Kecamatan Tirto
- Kecamatan Wonokerto
- Kecamatan Wiradesa
Seluruh wilayah ini mengalami genangan air yang cukup tinggi sehingga aktivitas normal warga ikut terganggu.
Apa Penyebabnya?
Para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan bahwa hujan intensitas tinggi yang turun sejak akhir pekan lalu memperparah kondisi sungai dan saluran air di kota dan kabupaten ini, sehingga air tidak bisa cepat mengalir dan akhirnya masuk ke permukiman warga.
Penanganan oleh Pemerintah Daerah

( Dokumentasi : Banjir terjadi di pekalongan, dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (2/2), Foto bersumber dari Harianhaluan )
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Pekalongan mengambil langkah cepat:
- Menetapkan status tanggap darurat banjir untuk memastikan semua kebutuhan warga terdampak bisa dipantau dan ditangani.
- Menyiapkan lokasi pengungsian sementara di kantor kecamatan dan fasilitas umum lain agar warga yang rumahnya tergenang bisa berlindung dengan aman.
- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga memperkuat tanggul darurat di titik-titik rawan untuk mengurangi limpasan air.
Upaya ini dilakukan agar sebelum genangan benar-benar surut, warga tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, dan koordinasi yang baik dari pemerintah setempat.
Kondisi Warga di Lapangan
Di beberapa titik banjir, warga tetap menjaga rumah mereka meski air sudah memasuki pekarangan dan bagian dalam bangunan. Banyak keluarga memilih untuk tetap bertahan sambil memantau perkembangan cuaca dan menunggu kondisi kembali normal.
Harapan dan Doa untuk Masyarakat Pekalongan
Kami dari Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa prihatin yang dalam kepada seluruh masyarakat Pekalongan yang terdampak banjir. Semoga kondisi segera membaik, proses pemulihan berjalan lancar, dan seluruh keluarga yang terdampak tetap diberi kesehatan, keamanan, serta ketenangan hati. Kami juga berharap agar kejadian serupa dapat diminimalkan melalui langkah antisipatif bersama ke depannya.

