Banjir Lombok Timur, 100 kk terdampak. Aktivitas Warga Desa Obel-obel Sempat Lumpuh

Sabtu, 21 Februari 2026. Pukul 12 : 32 WIB

( Dokumentasi : Foto kondisi banjir yang merendam pemukiman warga , foto bersumber dari detik )

Lombok Timur – lombok timur kembali diuji cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (20 Februari) memicu banjir di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia. Air datang dengan cepat dan merendam permukiman warga sekitar pukul 15.30 WITA.

Peristiwa ini terjadi di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, yang berada di wilayah timur Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Curah hujan deras dalam durasi cukup lama menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke area rumah penduduk.

100 Kepala Keluarga Terdampak

Sekitar 100 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak dalam peristiwa ini. Genangan air masuk ke dalam rumah warga, merendam lantai, perabotan, serta mengganggu aktivitas harian seperti memasak, beristirahat, hingga pekerjaan rumah tangga lainnya.

Meski tidak berlangsung lama, kondisi tersebut sempat membuat warga khawatir dan harus berjaga hingga air berangsur surut. Beruntung, banjir dilaporkan surut dalam satu hari berikutnya, sehingga warga dapat mulai membersihkan rumah masing-masing dan kembali beraktivitas secara bertahap.

Aktivitas Sempat Terganggu

Selain merendam rumah, genangan air juga membuat akses lingkungan menjadi sulit dilalui. Anak-anak, lansia, dan warga yang hendak beraktivitas di luar rumah harus menunggu hingga kondisi lebih aman. Situasi ini menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi memicu kejadian serupa di wilayah rawan.

Hingga saat ini, warga mulai melakukan pembersihan dan pemulihan mandiri. Diharapkan adanya perhatian serta dukungan dari instansi setempat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kondisi lingkungan kembali normal sepenuhnya.

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga seluruh warga terdampak diberi kekuatan, kesehatan, dan kondisi di Desa Obel-obel dapat segera pulih seperti sediakala.