Banjir Langganan di Pandeglang: Dua Desa Masih Terendam, Warga berharap adanya Tanggul Sungai

Selasa, 10 Februari 2026. Pukul 15: 03 WIB 

( Dokumentasi : Banjir Langganan di Pandeglang, foto bersumber dari situs youtube sindonews )

Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga 9 Februari 2026. Dua desa dilaporkan masih terendam air akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menjadi kejadian berulang yang sudah lama dirasakan masyarakat setempat.

Banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi. Aktivitas masyarakat terganggu karena rumah, jalan lingkungan, dan fasilitas warga tidak dapat digunakan secara normal. Sebagian warga bertahan di rumah yang tergenang, sementara lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dampak pada rumah dan warga

  • Sejumlah rumah warga terendam air sehingga tidak dapat ditempati sementara waktu.
  • Perabotan rumah tangga banyak yang rusak akibat terendam air dan lumpur.
  • Aktivitas ekonomi 1500 warga terganggu karena akses jalan dan lingkungan terputus.
  • Warga harus berjaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.
  • Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga mengalami kerugian material dan tekanan akibat banjir yang terjadi berulang.

Banjir ini dipicu oleh luapan sungai setelah curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat wilayah yang berada di bantaran sungai menjadi paling terdampak. Kejadian serupa disebut sering terjadi setiap musim hujan, sehingga masyarakat berharap adanya penanganan jangka panjang.

Warga minta solusi permanen

( Dokumentasi : Banjir Langganan di Pandeglang, foto bersumber dari situs youtube sindonews )

Masyarakat mendesak pemerintah agar membangun tanggul sungai dan memperbaiki sistem pengendalian banjir agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap tahun. Banjir yang terus terjadi dinilai membuat warga hidup dalam ketidakpastian dan kerugian yang terus bertambah.

Penanganan dan bantuan

Pemerintah daerah bersama petugas terkait telah melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi, termasuk membantu evakuasi warga serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Upaya penanggulangan terus dilakukan agar kondisi segera pulih dan warga dapat kembali beraktivitas.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang lebih kuat.

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga masyarakat yang terdampak diberi kekuatan dan perlindungan, serta pemerintah dapat menghadirkan solusi yang berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.