Sabtu, 4 April 2026. Pukul 17 : 35 WIB
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545410/original/020935300_1775188781-Grobogan_Banjir.jpeg)
( Dokumentasi : Air menggenangi rumah warga serta akses jalan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang sempat mengalami banjir pada Kamis (2/4). Foto bersumber dari situs Liputan6/Antara )
Grobogan, Jawa Tengah — Hujan deras yang turun berjam-jam pada awal April 2026 berubah menjadi bencana yang mengepung permukiman warga. Dalam satu malam, ribuan keluarga harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah mereka.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 3.176 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di 16 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Grobogan.
Kronologi Singkat Kejadian
Banjir terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Kondisi diperparah oleh luapan Sungai Tuntang dan Sungai Serang yang tidak mampu menampung debit air tinggi, sehingga meluber ke permukiman warga.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Tanggungharjo, dan Purwodadi, dengan Kedungjati menjadi daerah paling parah terdampak.
Dampak Kerusakan dan Kondisi Rumah Warga
Banjir tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian air bervariasi:
- 10–50 cm di sejumlah desa di Kedungjati
- 20–60 cm di wilayah Gubug
- Menggenangi sekitar 200 rumah di Tegowanu
- Air juga masuk ke fasilitas umum seperti sekolah
Selain genangan, tercatat 11 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama di Desa Ngombak dan Kedungjati.
Banyak warga harus membersihkan lumpur, perabotan basah, serta kerusakan ringan pada bagian rumah seperti dinding dan lantai.
Dampak Terhadap Warga (Jiwa & Aktivitas)

( Dokumentasi : BPBD Grobogan Jateng sedang mengevakuasi korban banjir. Foto bersumber dari situs Beritanasional / Ig BPBD )
Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini, dampaknya tetap dirasakan luas oleh masyarakat:
- Ribuan warga terdampak langsung, dengan total 3.176 KK
- Aktivitas harian terganggu, termasuk pekerjaan dan mobilitas
- Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti di sekolah terdampak
- Beberapa akses jalan tidak bisa dilalui akibat genangan
- Warga harus menghadapi kondisi rumah yang tergenang dan lembap
Banjir ini juga sempat menghambat arus lalu lintas di beberapa titik, terutama di jalur penghubung antar desa.
Penanganan dan Bantuan
Pemerintah daerah bersama BPBD, relawan, dan warga bergerak cepat melakukan penanganan:
- Distribusi bantuan darurat seperti karung pasir dan terpal
- Kerja bakti memperkuat tanggul sungai
- Koordinasi dengan pemerintah desa untuk penanganan cepat
- Pemantauan potensi banjir susulan
Saat ini, sebagian besar air telah mulai surut, dan warga perlahan kembali beraktivitas sambil membersihkan rumah masing-masing.
Harapan dan Doa
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang tanpa banyak waktu persiapan.
Kami menyampaikan turut prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami masyarakat Grobogan. Semoga setiap keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, pemulihan berjalan cepat, dan kehidupan dapat kembali normal.
Diharapkan juga upaya perbaikan infrastruktur dan pengendalian sungai dapat terus ditingkatkan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

