Jumat, 20 Februari 2026. Pukul 15 : 08 WIB

( Dokumentasi : Foto udara kondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, foto bersumber dari harianjogja )
Grobogan – Banjir yang menggulung Kabupaten Grobogan sejak awal pekan ini ternyata jauh lebih luas dan berdampak mendalam dari yang dibayangkan — lebih dari sepuluh ribu keluarga kini menyaksikan rumah mereka terendam, aktivitas sehari-hari terganggu, dan sebagian wilayah masih digenangi air hingga berhari-hari setelah kejadian awal.
Banjir Masif di Grobogan: Skala Dampak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sebanyak 10.061 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak pertengahan Februari 2026. Genangan air yang disebabkan oleh luapan sungai dan tanggul yang jebol telah merendam 9.736 unit rumah di beberapa kecamatan, terutama di daerah Tegowanu dan Godong.

( Dokumentasi : Tim BPBD melihat lokasi rumah yang rusak di bogor, foto bersumber dari antara )
Wilayah-wilayah permukiman, jalan utama, hingga area pertanian juga ikut tersapu banjir akibat curah hujan tinggi yang terus berlanjut dan kondisi tanggul sungai yang tak mampu menahan debit air.
Penyebab & Kondisi di Lapangan
- Hujan deras sejak pertengahan minggu memicu meluapnya beberapa sungai di Grobogan, sehingga air memasuki permukiman warga dengan cepat.
- Beberapa tanggul sungai mengalami kerusakan akibat arus deras, memperburuk kondisi genangan.
- Hingga dua hari setelah puncak banjir, beberapa desa masih dilaporkan tergenang dan dalam proses penanganan intensif oleh pemerintah daerah dan BNPB.
Turut Prihatin & Harapan

( Dokumentasi : Foto udara kondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, foto bersumber dari harianjogja )
Kami turut prihatin atas kondisi yang menimpa warga Grobogan yang rumahnya terendam dan aktivitasnya terganggu. Semoga proses pemulihan berjalan cepat, dan dukungan dari instansi setempat serta upaya pemulihan infrastruktur terus diperkuat agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala secepatnya.

