Banjir di Pati : Desa Tergenang, Aktivitas 20.000 Warga lebih Terdampak

Kamis, 22 Januari 2026. Pukul 09 : 51 WIB

( Dokumentasi : Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Foto bersumber dari situs lingkarjateng )

Kabut air masih menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah — banjir yang terjadi sejak awal Januari 2026 masih berdampak pada puluhan desa, meski beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut.


Situasi Terkini di Lapangan

Sejak hujan deras terus mengguyur wilayah Pati dan sekitarnya, banjir melanda banyak wilayah dan mengganggu kegiatan sehari-hari warga. Sampai 22 Januari 2026, terdapat 60 desa di tujuh kecamatan yang masih terendam air akibat banjir, meskipun sebelumnya sebanyak 136 desa di 12 kecamatan yang terdampak.

Di beberapa titik, terutama di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, genangan air masih belum surut dan aktivitas warga lumpuh dalam keseharian mereka. Kejadian ini berdampak pada hampir sekitar 8.998 rumah dan lebih dari 20.000 jiwa. Menurut data awal lebih dari 16.000 rumah dan lebih dari 62.000 jiwa terdampak

Dampak pada Transportasi dan Infrastruktur

( Dokumentasi : Banjir di Kabupaten Pati Akibatkan 112 Desa Terdampak, Ratusan Warga Terancam Terisolir, Foto bersumber dari situs Seputamuria )

Banjir tidak hanya memengaruhi permukiman — jalur Pantai Utara (Pantura) di Pati-Juwana sering tergenang sehingga pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keamanan dan kelancaran pergerakan kendaraan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mulai menghitung kerusakan infrastruktur pascabanjir, terutama di jalur Pantura yang menjadi urat nadi perekonomian setempat.

Upaya Pemerintah dan Kondisi Pelayanan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau kondisi banjir dan menegaskan bahwa meski beberapa wilayah mulai membaik, status darurat belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah provinsi dan daerah tetap waspada dan terus memantau air yang masih menggenang di enam kecamatan yang terdampak.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik tetap optimal bagi warga meski kondisi darurat berlangsung.

Selain itu, pemerintah pusat ikut memerhatikan situasi banjir ini. Presiden telah memerintahkan pembentukan tim kajian khusus untuk menganalisis kejadian banjir di Pulau Jawa dan merancang langkah mitigasi jangka panjang yang lebih efektif.

Kondisi Warga Terdampak

( Dokumentasi : Menurut beberapa data 16.000 rumah lebih & 60.000 jiwa lebih terdampak, Foto bersumber dari situs lingkarjateng )

Hingga kini, ribuan keluarga di daerah banjir harus beradaptasi dengan kondisi tergenang. Aktivitas harian terhambat dan banyak warga berharap situasi segera membaik.

Sebagian wilayah masih memerlukan waktu untuk surut total, terutama di kawasan pesisir dan dataran rendah yang menjadi tempat berkumpulnya aliran air hujan dari hulu.


Penutup — Doa dan Harapan

Kami turut berkepedulian dan bersimpati atas kondisi yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Pati. Semoga air segera surut, keseharian warga kembali pulih, dan pemerintah serta semua pihak dapat terus memberikan respons yang cepat dan tepat dalam proses pemulihan.