Banjir di Pangandaran: 541 Jiwa Terdampak, Warga TIgulih Bersih-bersih Setelah Air Surut

Rabu, 19 November 2025. Pukul 09:56 WIB

( Dokumentasi : Banjir Rendam 165 Rumah di Pangandaran, BPBD Lakukan Evakuasi Warga , Foto bersumber dari situs targetberita/BPBD )

Pangandaran – Hujan deras mengguyur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memicu banjir yang merendam pemukiman warga di Kecamatan Padaherang (Paherang). Menurut laporan resmi BNPB, 165 kepala keluarga (KK) atau sekitar 541 jiwa terdampak banjir dalam periode 24 jam tersebut.

Saat laporan dibuat, ketinggian air telah mulai surut, tetapi dampaknya masih terasa: banyak warga mencoba kembali beraktivitas, sementara sebagian lainnya membersihkan lumpur dan puing-puing yang terbawa banjir.

Menurut laporan Hallo Tasik, banjir di Paherang disebabkan luapan Sungai Citanduy. Ketinggian muka air saat puncak banjir tercatat antara 20 hingga 80 cm.
BPBD setempat menurunkan perahu karet untuk evakuasi, terutama bagi lansia dan anak-anak, serta menyalurkan bantuan logistik kepada kelompok rentan.

( Dokumentasi : Kondisi banjir di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, kembali memburuk setelah debit Sungai Cirapuan terus meningkat, Foto bersumber dari situs polres pangandaran )

Meskipun banjir relatif surut, dampak kerusakan tetap nyata — rumah tergenang, lumpur menumpuk, dan kebutuhan pemulihan mulai mendesak. Dalam laporan perkembangan bencana, BNPB menyebut bahwa warga sudah mulai beraktivitas seperti biasa, tetapi sebagian masih fokus membersihkan rumah dari material banjir.

Prakiraan cuaca BNPB juga menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam periode musim hujan aktif, dengan potensi hujan sedang hingga lebat dalam dua hari ke depan.

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa prihatin atas bencana banjir yang kembali melanda pangandaran, jawa barat. Semoga warga yang terdampak diberikan kesabaran untukmenghadapi situasi ini. Kami juga berharap proses pemulihan berjalan cepat.