Banjir Demak Awal April, Ribuan Warga Terdampak. Rumah Rusak hingga Hanyut

Sabtu, 4 April 2026. Pukul 19 : 30 WIB

( Dokumentasi : Foto udara sejumlah rumah warga yang rusak akibat banjir bandang karena jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah. Foto bersumber dari situs Antara )

Demak, Jawa Tengah — Banjir besar kembali melanda wilayah Demak pada 3–4 April 2026, meninggalkan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Air datang cepat, merendam permukiman, dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.

Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Tuntang meluap dan tanggul jebol di beberapa titik, sehingga air masuk ke pemukiman dalam waktu singkat.


Dampak Kerusakan Rumah

Dari berbagai laporan di lapangan, kerusakan yang terjadi cukup serius:

  • Lebih dari 2.000 rumah terendam banjir di beberapa kecamatan
  • Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah akibat derasnya arus
  • Data lain mencatat:
    • 5 rumah roboh total
    • 13 rumah rusak sedang hingga berat
  • Di beberapa titik, rumah yang berada dekat tanggul:
    • Dinding jebol
    • Struktur bangunan runtuh
    • Hanya menyisakan bagian pondasi

Selain rumah warga, dampak juga meluas ke:

  • Tempat ibadah
  • Fasilitas pendidikan
  • Jalan dan akses antar desa yang sempat tidak bisa dilalui

Ketinggian air bahkan mencapai 100–150 cm, membuat aktivitas masyarakat lumpuh total di beberapa wilayah.


Dampak Jiwa dan Kondisi Warga

( Dokumentasi : Banjir Demak kian meluas hingga enam desa di tiga kecamatan terdampak, membuat ratusan rumah terendam dan warga dievakuasi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol. Foto bersumber dari situs Merdeka )

Dari sisi kemanusiaan, dampak yang terjadi sangat besar:

  • ±7.606 jiwa terdampak banjir
  • 2.839 jiwa harus mengungsi ke berbagai titik seperti masjid, balai desa, dan kantor kecamatan
  • Tercatat:
    • 1–2 korban jiwa meninggal dunia
    • Sejumlah warga mengalami sakit di pengungsian

Para pengungsi tersebar di berbagai lokasi darurat dengan kondisi terbatas, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah yang terendam.


Kondisi di Lapangan

Banjir ini berdampak pada beberapa kecamatan sekaligus, termasuk:

  • Guntur
  • Karangtengah
  • Wonosalam
  • Kebonagung

Di wilayah terparah, air datang dengan arus cukup kuat karena jebolnya tanggul, membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang.


Penutup

( Dokumentasi : BANJIR DEMAK: Air menggenangi salah satu jalan utama Demak akibat meluapnya Sungai Tuntang. Foto bersumber dari situs Newsreal )

Banjir Demak awal April 2026 menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang dengan cepat dan membawa dampak besar, baik dari sisi kerusakan maupun kehidupan masyarakat.

Semoga setiap keluarga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.