Sabtu, 11 April 2026. Pukul 12 : 19 WIB

( Dokumentasi :Hujan lebat memicu luapan Sungai Ngareng dan menyebabkan banjir di Cepu, Kabupaten Blora, Foto bersumber dari situs faktakalbar )
Luapan Sungai Datang Cepat, Warga Tak Sempat Menghindar dari Genangan
Blora, Jawa Tengah — Banjir melanda Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora pada Jumat, 10 April 2026 sore hingga malam hari, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan daerah hulu sungai selama beberapa jam. Peristiwa ini menyebabkan luapan air sungai masuk ke permukiman warga secara cepat.
Air mulai menggenangi wilayah sekitar pukul 17.15 WIB, dipicu oleh meluapnya Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan intensitas tinggi.
Ratusan Rumah Terendam, Fasilitas Umum Ikut Terdampak
Banjir berdampak luas di beberapa kelurahan, dengan rincian:
- Kelurahan Cepu: ±125 rumah terendam (30–100 cm)
- Kelurahan Balun: ±25 rumah terendam (50–125 cm)
- Kelurahan Karangboyo: rumah warga, fasilitas pendidikan, dan fasilitas umum terdampak
- Kelurahan Ngelo: genangan mencapai 30–50 cm
- Desa Mulyorejo: jalan provinsi Cepu–Singget sempat tergenang
Secara keseluruhan, ratusan rumah terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga lebih dari 1 meter di beberapa titik.
Air yang masuk ke rumah membawa lumpur dan merusak perabotan warga, sementara aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat genangan yang menutup akses jalan.
Korban Jiwa: 1 Warga Meninggal, 1 Anak Selamat

( Dokumentasi : Banjir di Cepu, Blora, Jawa Tengah merendam ratusan rumah, Foto bersumber dari situs Antara )
Di tengah situasi banjir, terjadi insiden yang menambah duka:
- 1 orang meninggal dunia, seorang perempuan berinisial DR (48)
- Diduga tersengat aliran listrik saat rumah dalam kondisi tergenang air
- 1 anak berhasil selamat dan sempat mendapatkan perawatan medis
Peristiwa terjadi saat korban berada di dapur rumahnya yang terendam air, dengan sumber listrik diduga berasal dari peralatan elektronik yang masih aktif.
Kondisi Pasca Banjir dan Penanganan
Pada malam hari, air mulai berangsur surut. Warga kemudian mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan secara mandiri.
Petugas dari BPBD bersama aparat terkait turun ke lokasi untuk melakukan:
- Pendataan dampak
- Pemantauan kondisi wilayah
- Koordinasi penanganan lanjutan
Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah dan tidak mengungsi, sambil melakukan pemulihan secara bertahap.
Harapan untuk Pemulihan dan Pencegahan ke Depan
Peristiwa ini menunjukkan bahwa hujan deras dalam waktu singkat dapat memicu luapan sungai yang berdampak langsung pada permukiman warga.
Diharapkan proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat, serta adanya langkah pencegahan ke depan, khususnya dalam pengelolaan aliran sungai dan kesiapsiagaan masyarakat, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Doa dan harapan terbaik bagi seluruh warga terdampak, semoga kondisi segera pulih dan kehidupan dapat kembali berjalan dengan normal.

