Selasa, 6 Januari 2026. Pukul 19:06 WIB

( Dokumentasi : Material yang memenuhi jalanan pascabanjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di di Kabupaten Kepualauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin, Foto bersumber dari situs minanews/BPBD)
Hujan Deras Awal Januari Menyisakan Duka dan Harapan Pemulihan
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin, 5 Januari 2026, berubah menjadi bencana banjir bandang yang membawa duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Air sungai yang meluap secara tiba-tiba menerjang permukiman warga di Pulau Siau, membawa material lumpur, batu, dan kayu. Dalam waktu singkat, banjir merusak rumah-rumah warga, memutus akses jalan, serta memaksa ratusan orang meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.
Korban Jiwa dan Dampak Bencana

( Dokumentasi : tim SAR dan warga di lokasi pascabanjir bandang, kondisi jalanan dan permukiman yang tertutup material lumpur dan batu, Foto bersumber dari situs jakartapost)
Berdasarkan laporan resmi, bencana ini mengakibatkan:
- 11 orang meninggal dunia
- 5 orang dilaporkan hilang
- 17 orang mengalami luka-luka
- Sekitar 444 jiwa dari 143 kepala keluarga harus mengungsi
Di wilayah Pulau Siau, dampak banjir dilaporkan lebih luas. Hujan deras menyebabkan sungai meluap dan menewaskan setidaknya 16 orang, 3 orang dinyatakan hilang, serta 22 orang mengalami luka-luka. Hampir 700 warga terpaksa mengungsi, sementara sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Status Tanggap Darurat

( Dokumentasi : Tim Basarnas mengevakuasi dan melakukan pencarian korban di wilayah terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Foto bersumber dari situs Apnews/Basarnas)
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai 5 hingga 18 Januari 2026. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian korban yang masih hilang, serta penanganan warga terdampak.
Tim gabungan dari berbagai unsur terus bekerja di lapangan untuk memastikan keselamatan warga, membuka akses yang terputus, dan menyalurkan bantuan darurat sesuai kebutuhan.
Keprihatinan dan Harapan
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kepulauan Sitaro. Kehilangan nyawa, rusaknya tempat tinggal, dan terganggunya kehidupan sehari-hari menjadi duka bersama yang patut kita renungkan.
Kami mendoakan agar seluruh korban mendapatkan kekuatan, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan lancar. Besar harapan kami agar bantuan dan penanganan dari pemerintah dapat segera menjangkau seluruh wilayah terdampak, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.

