Banjir bandang di Empang, Sumbawa. 10 desa, dan lebih dari 1100 rumah terdampak

Senin, 9 Februari 2026. Pukul 15: 12 WIB

( Dokumentasi : 10 desa di Kecamatan Empang banjir banjir hingga ketinggian 1 meter di beberapa titik, Sabtu (07/02/2026), foto bersumber dari situs kabarsumbawa )

Banjir bandang yang melanda 10 desa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu 7 Februari 2026 meninggalkan dampak besar bagi warga. Ribuan orang terdampak, ratusan rumah terendam, dan aktivitas masyarakat sempat lumpuh.

Sumbawa, NTB – Bencana ini dipicu hujan deras dengan durasi lama yang menyebabkan sungai meluap dan sistem drainase tidak mampu menampung debit air. Luapan air kemudian masuk ke permukiman warga di sejumlah desa, terutama di Kecamatan Empang.

Dampak dan kerusakan

Data sementara dari BPBD dan laporan media mencatat:

  • 10 desa terdampak banjir bandang di Kecamatan Empang.
  • Sekitar 4.572 warga terdampak langsung oleh kejadian ini.
  • 1.143 rumah terendam banjir, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 1 meter.
  • Selain permukiman, sejumlah infrastruktur dan fasilitas lingkungan mengalami kerusakan akibat terjangan air.
  • Di wilayah terdampak lain dalam kecamatan yang sama, sekitar 1.100 kepala keluarga juga mengalami genangan akibat luapan sungai.

Hingga laporan awal, fokus utama penanganan berada pada pendataan kerusakan rumah, pemulihan akses warga, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Dampak terhadap jiwa dan kondisi warga

Banjir Bandang Landa...

( Dokumentasi : Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (7/2/2026), foto bersumber dari situs Sindo/BPBD )

Banjir menyebabkan banyak warga harus mengungsi sementara dan membersihkan rumah setelah air mulai surut. Ribuan warga mengalami gangguan aktivitas, terutama pekerjaan harian, pendidikan, serta mobilitas karena jalan dan lingkungan tergenang.

Belum ada laporan resmi korban jiwa dalam data awal, namun dampak sosial dan ekonomi dirasakan cukup berat oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan dataran rendah.

Upaya penanganan

Pemerintah daerah dan BPBD segera melakukan:

  • kaji cepat dan pendataan kerusakan,
  • pemantauan kondisi lapangan,
  • koordinasi penanganan darurat bersama pihak terkait.

Langkah perbaikan infrastruktur yang terdampak juga disiapkan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.

Penutup

( Dokumentasi : Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot saat meninjau salah satu satu wilayah yang terdampak banjir, foto bersumber dari situs suarantb )

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi di musim penghujan masih berpotensi menimbulkan bencana serupa di berbagai wilayah.

Kami turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat di Sumbawa. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan pemulihan berjalan cepat, bantuan pemerintah dapat menjangkau seluruh kebutuhan, serta ke depan tidak terjadi kembali peristiwa serupa di wilayah ini.